“Warungnya ternyata di seberang (alun-alun) dan saya menutupi lesehannya dikarenakan kalau ada yang duduk tidak terlihat,” tulis akun itu lagi.
Hal ini membuat pengunjung kecewa lantaran tidak bisa menikmati Alun-alun Jember.
Ia bahkan sempat terlibat adu mulut perihal lokasi parkir di pinggir alun-alun sebelah barat.
“Saya kaget lho, ini kan buat pejalan kaki kok lesehan pak. Akhirnya saya rekam,” ujarnya mengenang percekcokannya dengan salah seorang pedagang.
Ia pun meminta kepada pemerintah setempat untuk menegaskan kembali fungsi hingga pembagian area di alun-alun Jember.
“Pak saya mohon untuk parkir mobil dan fasilitas untuk masyarakat bisa ditegaskan lagi. Kalau emang alun-alun untuk buka jualan, jadikan alun-alun pujasera saja, dari pada sebagai masyarakat kita kecewa,” tulis pria itu lagi.
Selain mengutarakan kekecewaannya, ia juga sempat menyoroti kondisi alun-alun Jember yang dinilai kotor.
“Lihat alun-alun kotor dengan penjual tidak menghormati pendatang,” tulis akun itu lagi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!