Forum silaturahim tersebut, kata Said, menjadi ruang untuk memperkuat kembali komitmen kebersamaan dalam mengelola organisasi yang menaungi lebih dari seratus juta warga Nahdliyin di Indonesia dan luar negeri.
Dengan adanya penegasan tersebut, PBNU berharap polemik mengenai isu permintaan pengunduran diri Ketua Umum dapat dihentikan agar roda organisasi tetap fokus pada program kerja dan pengabdian masyarakat. Para alim ulama juga mendorong agar seluruh pihak mengedepankan tabayyun dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum pasti kebenarannya.
Sementara itu, setelah pernyataan resmi dari Katib Aam, sejumlah pengurus PBNU menyampaikan bahwa komunikasi internal akan terus diperkuat untuk mencegah mispersepsi yang dapat mengganggu konsolidasi organisasi. Mereka menegaskan kembali bahwa perbedaan pendapat merupakan hal wajar, namun harus dikelola melalui jalur struktural dan mekanisme yang sah.
Dengan hasil silaturahim tersebut, PBNU menegaskan kembali bahwa masa jabatan kepengurusan yang sekarang akan tetap berjalan hingga Muktamar tahun depan, sesuai mandat konstitusi organisasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!