SketsaNusantara.id - Film dokumenter Tambang Emas Ra Ritek berhasil meraih penghargaan Film Dokumenter Panjang Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2025.
Sang sutradara, Alvina NA masih tak percaya berhasil membawa pulang piala FFI tahun ini.
Perempuan asal Trenggalek ini mengaku tak menaruh ekspetasi apapunsaat film garapannya masuk dalam salah satu nominasi FFI 2025.
Baca Juga: Film Pangku Menang Besar di FFI 2025, Debut Penyutradaraan Reza Rahadian yang Langsung Menggebrak
"Apalagi ini film panjang pertamaku. trus ngelihat saingannya juga dalam hati, 'walah ini mah orang hebat-hebat smua'," ungkapnya saat dihubungi melalui telepon.
Alvina menceritakan bahwa ide awal pembuatan film ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jaringan Advokasi Tambang (Sekojam) pada tahun 2024 lalu.
Menurutnya, di Trenggalek sudah cukup banyak tulisan dan artikel mengenai tambang.
"Jadi nyari ide apa ya medium lain untuk menyebarkan informasi mengenai ancaman tambang ini? Jadilah memilih film dokumenter sebagai mediumnya," jelasnya.
Proses pembuatan film ini, kata Vina, merupakan hasil kolaborasi dari lintas komunitas hingga warga sekitar.
Ia lantas menceritakan bagaimana proses sederhana namun tetap intens saat membangun kedekatan antar komunitas.
"Ngopi-ngopi dulu, hehe. Ya kita ngobrol sambil brainstorming aja sih,"
Tak jarang mereka juga terlibat perselisihan kecil saat sedang berdiskusi.