Kamis, 4 Juni 2026

Sutradara Film Tambang Emas Ra Ritek Ungkap Perjalanan Kreatif Usai Raih Penghargaan FFI 2025

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 22 November 2025 | 17:45 WIB
Film Tambang Emas Ra Ritek, pemenang FFI 2025 (Youtube Festival Film Indonesia 2025)
Film Tambang Emas Ra Ritek, pemenang FFI 2025 (Youtube Festival Film Indonesia 2025)

"Saling tukar ide dan kadang berantem sepakat ga sepakat gitu,"

"Untungnya tim kami tim kecil,  ada 5 orang, aku (Alvina), Wahyu AO, Jati Pramudya, Beni Kusuma, dan Thalia Silfiana," imbuhnya.

Baca Juga: Siapa Santi Sardi? Inilah Profil dan 7 Fakta Kakak Lukman Sardi yang Jarang Terekspos, Ternyata Pernah Sabet Piala FFI di Usia Belia

Sebagaimana banyak produksi independen lainnya, kendala utama muncul dari keterbatasan alat dan dana.

Kendati demikian, Vina dan timnya berhasil menyiasati hal tersebut.

“Keterbatasan alat dan anggaran yang ngepres banget. Tapi itu berhasil kami handle, kami tetap urun daya masing-masing orang,” ucapnya.

Sebagai anak muda Trenggalek, ia merasa punya tanggung jawab untuk mendokumentasikan gerakan perlawanan masyarakat terhadap tambang emas.

Baca Juga: Potret Prilly Latuconsina Terima Piala Penghargaan Festival Film Indonesia FFI 2024, Ucap Terima Kasih untuk Para Fans

Vina menyebut bahwa gerakan tersebut memiliki kekhasan tersendiri.

“Di Trenggalek ini kami bergerak menolak sebelum tambang beroperasi. Kami berusaha memagari apa yang kami punya. Itu yang ingin saya dokumentasikan,” katanya.

Melalui film ini, Vina ingin menegaskan posisi warga Trenggalek yang terus berjuang menjaga wilayahnya dari ancaman perusakan lingkungan.

“Kami warga Trenggalek akan selalu berada di garis depan untuk memperjuangkan dan melindungi ruang hidup kami dari segala ancaman perusakan lingkungan, terutama ancaman tambang emas Trenggalek,” tegasnya.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik 'Jatuh Cinta Seperti di Film-Film', Karya Yandy Laurens yang Meraih Piala Citra Sebagai Film Terbaik FFI 2024

Sejak dirilis, film ini telah diputar secara independen, baik di lingkup kolektif maupun akademis.

Peluncuran film ini, menurut Vina, telah terlihat adanya pergerakan positif di tingkat warga meskipun cukup sulit mengukur perubahan secara konkret.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X