news

Data Terbaru Erupsi Semeru: Awan Panas 7 Km, 157 Gempa, dan Peringatan Resmi Soal Bahaya di Radius 20 Km dari Puncak Gunung

Sabtu, 22 November 2025 | 17:15 WIB
Lokasi pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Semeru Lumajang. (lumajangkab.go.id)

Selain itu, 17 gempa guguran, 19 gempa hembusan, satu gempa vulkanik dalam, dan enam gempa tektonik jauh juga terekam.

Catatan lain menunjukkan satu gempa getaran banjir dengan durasi 6.499 detik. Data ini menjadi dasar penegasan zona aman oleh Badan Geologi.

Radius bahaya kini diperluas. Sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan ditetapkan sebagai area terlarang dalam jarak 20 kilometer dari puncak.

Di luar sektor tersebut, masyarakat diminta menjauhi sempadan sungai minimal 500 meter. Ketentuan ini diberlakukan karena aliran lahar atau awan panas dapat meluncur tiba-tiba. Larangan juga diberlakukan dalam radius delapan kilometer dari kawah untuk menghindari lontaran batu pijar.

Secara terpisah, Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan rangkaian erupsi yang terjadi.

“Erupsi berupa awan panas yang terjadi merupakan rangkaian beruntun, bukan kejadian tunggal,” kata Wafid pada Rabu, 19 November 2025. Penjelasan ini merujuk pada letusan 2.000 meter yang memicu awan panas sejauh tujuh kilometer ke arah utara dan barat laut.

Rekaman seismograf pada peristiwa itu menunjukkan amplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi 16 menit 40 detik. Data ini menjadi salah satu alasan peningkatan status Semeru ke Level IV Awas. Kondisi tersebut menandakan aktivitas gunung harus dipantau ketat.

Wafid menuturkan, suplai material dari bawah permukaan masih berlangsung. Ia menyebut adanya peningkatan tekanan di bagian tubuh gunung yang terlihat dari variasi kecepatan relatif.

Pemantauan deformasi menunjukkan pola stabil namun tetap harus diperiksa secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Dinas Peternakan Lumajang mencatat 143 hewan ternak terdampak erupsi pada 19 November 2025.

Rinciannya terdiri dari 139 kambing dan domba, serta empat sapi. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat hingga 26 November untuk memaksimalkan penanganan.

Dengan kondisi yang belum menunjukkan penurunan, warga diminta tetap berada di area aman. Semeru masih berstatus Level IV Awas dan seluruh sektor rawan wajib steril untuk mencegah risiko lanjutan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini