"Ini saja dikasih secuil (bencana erupsi gunung) sudah kocar-kacir seperti 'gabah diinteri', karena manusia yang susah untuk diberitahu, nggak punya otak semua-semua dimakan," tandasnya.
Baca Juga: Kejanggalan Letusan Gunung Semeru Menurut Pakar Vulkanologi Surono, Berdampak Besar Pada Masyarakat
Pesan misterius dari 'penunggu' Semeru mencuri perhatian yang seketika jadi perbincangan hangat di media sosial.
Tak sedikit yang menyebut video tersebut hanya setingan. Namun, warganet ramai menyoroti pesan misterius dengan berkaca dari bencana yang terjadi sebagai peringatan kepada manusia untuk tidak serakah dan menjaga kelestarian alam.
"Tuh, dengerin manusia gak boleh serakah, terlepas dari itu setingan atau bukan, tapi nasehatnya emang bener banget," komentar salah satu warganet di Instagram.
"Akhir tahun memang selalu ada aja bencana. Percaya gak percaya emang kesurupan itu gak ada secara psikologis, tapi diambil sisi positifnya saja sebagai peringatan supaya gak semena-mena pada alam," imbuh netizen lainnya.
"Tuhan itu Maha Baik dan semua diciptakan dengan fungsinya masing-masing. Alam juga punya cara sendiri untuk berbenah sementara ada tangan manusia lain yang berusaha merusaknya.
Bencana Semeru ini juga jadi peringatan supaya kita ingat bahwa kita nggak ada apa-apa dibandingkan dengan-Nya yang Maha Agung," tulis warganet lainnya.
Secara psikologis, kesurupan bisa terjadi karena adanya gangguan akibat kondisi mental yang tidak stabil, bukan karena hal mistis.
Fenomena ini menurut medis dianggap sebagai gejala gangguan disosiatif atau kondisi stres berat pasca trauma yang dipicu berbagai faktor seperti tekanan atau stres berlebih.
Kondisi ini bisa terjadi terutama bagi warga Lumajang yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.
Erupsi Gunung Semeru masih jadi sorotan bahkan tagar "Pray for Semeru" menggema di media sosial seraya memberikan dukungan untuk warga terdampak bencana.
Tampak bangunan rumah warga luluh lantah, bahkan bangunan sekolah SDN 2 Supiturang juga rata dengan tanah pasca diterjang banjir lahar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini