Budi menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan detail pengadaan lahan yang digunakan untuk proyek Whoosh. Ia menuturkan bahwa perkembangan penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh informasi yang masuk diolah dan diverifikasi oleh tim.
Selain proses pengadaan lahan, KPK juga menelusuri isu mengenai tanah negara yang diduga dijual kembali kepada negara. Dugaan tersebut muncul setelah adanya laporan yang menyebutkan bahwa beberapa bidang tanah di jalur Whoosh merupakan aset negara.
Laporan itu menyebut tanah-tanah tersebut kemudian dibeli kembali menggunakan anggaran negara. Budi mengatakan bahwa isu tersebut juga ikut diselidiki karena berkaitan dengan mekanisme pembebasan lahan.
Ia menyatakan bahwa informasi ini sedang diperdalam bersama data lain yang sudah dikumpulkan. Dugaan tanah negara yang diperjualbelikan kembali dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara karena adanya anggaran pengadaan yang tidak seharusnya dikeluarkan.
Budi menjelaskan bahwa tim penyelidik akan memastikan kronologi dan alur pengadaan lahan yang disebut-sebut tidak sesuai prosedur.
Isu mengenai penjualan tanah negara sebelumnya sempat diungkapkan oleh Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Dalam keterangannya, ia mengatakan, “Ada oknum-oknum di mana dia yang bersangkutan itu, yang seharusnya ini milik negara, tapi dijual lagi ke negara.”
Ia juga menyebut bahwa laporan tersebut berkaitan dengan pengadaan tanah proyek kereta cepat. Pernyataan ini kemudian memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam proses pembebasan lahan.
KPK menyampaikan bahwa penyelidikan terhadap pengadaan lahan proyek Whoosh masih akan terus diperluas. Semua informasi yang diperoleh akan dianalisa untuk memastikan apakah terdapat tindak pidana dalam mekanisme pengadaan.
Dengan proses yang masih berlangsung, KPK memastikan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan setelah seluruh data yang diperoleh menunjukkan arah yang lebih jelas bagi kebutuhan penanganan perkara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!