SketsaNusantara.id - Rieke Diah Pitaloka menyoroti kerusakan bangunan SDN 156 Kalukubodo di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belakangan ini jadi pusat perhatian publik.
Belum lama ini, viral video seorang guru bernama Ahmad Firman yang mengabarkan kondisi bangunan di SDN 156 Kalukubodo. Tampak kondisi bangunan kian memprihatinkan dengan atap dan plafon yang sudah ambruk hingga ruangan kelas tak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Kondisi ini sempat dikeluhkan salah satu pengajar di sekolah tersebut karena dinilai mengkhawatirkan dan bisa membahayakan para pelajar.
Secara mengejutkan, Ahmad justru berbalik memberikan klarifikasi setelah dipanggil dinas pendidikan Bulukumba lantaran adanya disinformasi dari pernyataan dalam video yang diunggahnya.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram resmi Pemkab Bulukumba, disebutkan bahwa SDN 156 Kalukubodo dibangun tahun 1980-an dan kini sudah berusia 45 tahun.
Dikonfirmasi bahwa ruang kelas yang rusak juga sudah lama tidak digunakan, sehingga narasai dalam video viral yang menyebut bahwa robohnya atap sekolah hampir menimpa siswa dianggap tidak tepat.
Rieke Diah Pitaloka menyoroti hal ini dan menyuarakan keadilan untuk guru SDN 156 Kalukubodo dengan mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan sekolah secepatnya.
"Kasus guru Ahmad Firman DM dari SDN 156 Kalukubodo yang memberikan klarifikasi setelah memviralkan kondisi sekolahnya yang rusak berat menunjukkan ada masalah serius di lapangan padahal dana pendidikan tersedia dan cukup besar," tulis Anggota Komisi VI DPR RI itu di akun Instagram @riekediahp, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id pada hari Selasa, 18 November 2025.
Aktris pemeran Oneng dalam sitkom "Bajaj Bajuri" itu meminta bantuan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menteri dalam Negeri (Mendagdri) Tito Karnavian.
Ia mempertanyakan adanya ketersediaan anggaran untuk perbaikan sekolah hingga menyarakan pelaksanaan audit untuk memastikan apakah anggaran sudah digunakan tepat sasaran atau tidak.
"Klarifikasi yang disampaikan ini bukan karena masalah etis atai tidak etis, tapi ada tidaknya anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bulukumba Sulsel," ujarnya.