SketsaNusantara.id - Sebanyak Rp331 miliar anggaran daerah terkena efisiensi, Pemerintah Kabupaten Jember masih mendapatkan banyak bantuan dari berbagai kementerian untuk membangun daerah.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, meskipun anggaran transfer dari pusat ke daerah cukup besar pemotongannya, pihaknya masih optimis untuk memajukan Jember.
"Karena meski ada pemotongan, kita juga mendapatkan banyak bantuan dari pemerintah pusat di berbagai sektor," ujarnya saat dikonfirmasi usai penyampaian Nota Pengantar RAPBD 2026 di DPRD Jember, Senin, 10 November 2025 malam.
Baca Juga: Dana Transfer Pusat ke Daerah Berkurang, Pemkab Jember: APBD 2026 Difokuskan ke Program Prioritas
Bantuan yang diberikan pemerintah pusat di antaranya dari sektor pendidikan, Pemkab Jember akan mendapatkan bantuan perbaikan sekolah sebanyak 124 titik sekolah.
"Dari hasil kami kunjungan ke Jakarta dari kementerian telah menganggarkan, kurang lebih sekitar Rp90 miliar. Angka ini lebih besar dari sebelumnya yang hanya mendapatkan Rp6-Rp9 miliar pertahun," imbuhnya.
Dari sektor pertanian, Gus Fawait menerangkan mendapatkan bantuan cukup banyak mulai dari alsintan, bibit pertanian, optimalisasi lahan hingga perbaikan saluran irigasi.
"Ini merupakan bukti nyata kami berkunjung dan berkomunikasi, terkait potensi Jember di sektor pertanian sehingga mendapatkan bantuan cukup banyak," terangnya.
Selain itu, bantuan lainnya yakni dibangunnya Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Jember.
"Sebelumnya ada di Banyuwangi, Malang dan Surabaya. Kini ada di Jember mewadahi bagi pekerja migran kita dan cikal bakal pelayanan ada di PTSP," jelasnya.
Tak hanya itu, Gus Fawait juga menegaskan di sektor kesehatan Universal Health Coverage (UHC) terus dijalankan untuk masyarakat Jember.
"Termasuk juga untuk meningkatkan layanan kesehatan, kita juga mendapatkan bantuan alat kesehatan yang nilainya puluhan miliar," tegasnya.