6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, tokoh dari Jawa Tengah
7. Sultan Muhammad Salahuddin, tokoh dari NTB Syaikhona
8. Muhammad Kholil, tokoh dari Jawa Timur
9. Tuan Rondahaim Saragih, tokoh dari Sumatera Utara
10. Zainal Abisin Syah, tokoh dari Maluku Utara
Penganugerahan 10 nama tokoh pahlawan baru ini menuai pro kontra setelah adanya nama Soeharto.
Baca Juga: Gus Dur dan Pahlawan Nasional
Sebelumnya, banyak pihak yang menolak Soeharto masuk dalam kategori pahlawan nasional.
Soeharto dinilai tidak layak mendapat gelar pahlawan nasional karena ia merupakan simbol otoritaran Orde Baru yang bertolak belakang dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, dan kerakyatan.
Namun kini, nama Soeharto justru masuk dan berdampingan dengan anma Marsinah dalam surat Keppres Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2025.
"Menaruh Soeharto dan Marsinah berurutan.," tulis akun tersebut.
Berbagai komentar pro kontra yang menyoroti terpilihnya Soeharto dan menuliskan namanya berdampingan dengan Marsinah pun ramai di media sosial.
"Kok bisa korban dan pelaku berada dalam satu urutan nama yang sama? Itu dua hal yang bertolak beakang," komentar netizen.