news

Berlangsung di Semarang, ASTINA Conference 2025 Tekankan Digitalisasi Pembelajaran dan Kemandirian Tutor Jadi Fokus Utama  

Minggu, 2 November 2025 | 16:50 WIB
Peserta terbaik ASTINA Conference 2025 (SketsaNusantara.id)

Memasuki hari kedua, fokus konferensi bergeser dari teknologi digital ke pilar kemandirian ekonomi. Panitia juga menggelar Seminar Nasional dengan tema "Berwirausaha Mandiri Wujudkan Tutor Bangkit, Memperkokoh Indonesia".  Ini bertujuan untuk membekali para pegiat PNF dengan pola pikir dan keterampilan praktis kewirausahaan.

Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen RI, Dr. M. Dzaky F. Surapranata hadir secara daring. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada para praktisi PNF yang telah berinisiatif merintis berbagai kegiatan kewirausahaan di satuan pendidikannya.

Baca Juga: 7 Destinasi Wisata Alam dan Sejarah di Ende Nusa Tenggara Timur, Daerah Pengasingan Bung Karno serta Tempat Lahirnya Pancasila

Dzaky mendorong agar para pegiat PNF tidak ragu untuk masuk dan bersaing di sektor UMKM. "Tujuannya agar kemandirian pendidik dan satuan pendidikan nonformal terwujud, sehingga mereka lebih berdaya," papar Dr. Dzaky.

Kemandirian ekonomi ini dianggap krusial agar lembaga PNF, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), tidak melulu bergantung pada bantuan operasional pemerintah dan dapat berkembang secara mandiri serta berkelanjutan.

Sementara, Ketua Umum DPP ASTINA, Lilik Subaryanto dalam sambutannya menjelaskan, konferensi ini merupakan kegiatan luring yang esensial dan telah dirancang sejak lama.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Habib Sholeh Tanggul, Bupati Jember Gus Fawait Dampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani

"Kegiatan ini bertujuan sebagai pertemuan tahunan yang diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi para tutor se-Indonesia," katanya.

Namun, lebih dari sekadar ajang temu kangen, Lilik menegaskan bahwa acara ini dirancang secara khusus agar para tutor dapat memperoleh wawasan, pengetahuan, serta keterampilan baru terkait hal-hal ter-update dan paling relevan di dunia pendidikan kesetaraan.

Kegiatan ini, menurut Lilik, juga menjadi tolak ukur (benchmark) atas effort (upaya) dan keseriusan para pegiat pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas kompetensi profesional mereka dalam melaksanakan tugas mengajar.

Baca Juga: Hasto Beberkan Megawati Pernah Tegur Jokowi soal Whoosh, Sebut Tak Sepenting Pendidikan dan Bendungan Petani

Respon positif dan antusiasme tinggi datang langsung dari para peserta. Salah satunya adalah Ramdani, Ketua DPD ASTINA Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ia mengaku selalu berusaha hadir dalam kegiatan tahunan ini. Kali ini, ia bahkan membawa serta 13 orang delegasi dari daerahnya.

"Manfaat mengikuti kegiatan ini sangat besar. Kita bisa mengimbaskan ke PKBM yang ada di Sulawesi Selatan, khususnya di Gowa,” kata Ramdani.

Baca Juga: Hasan Nasbi Nilai Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional, Sebut Semua Pemimpin Punya Salah dan Jasa

Dengan jumlah yang hadir 13 orang, ia berharap Astina Learning and Entrepreneurship Conference 2025 ini bisa menjadi model pemberdayaan terbaru bagi PKBM. “Dapat membentuk jiwa wirausaha sejak dini," ungkap Ramdani.

Halaman:

Tags

Terkini