news

Berlangsung di Semarang, ASTINA Conference 2025 Tekankan Digitalisasi Pembelajaran dan Kemandirian Tutor Jadi Fokus Utama  

Minggu, 2 November 2025 | 16:50 WIB
Peserta terbaik ASTINA Conference 2025 (SketsaNusantara.id)

 

SketsaNusantara.id - Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional (DPP ASTINA) sukses menyelenggarakan konferensi tahunan bertajuk "ASTINA Learning and Entrepreneurship Conference 2025".

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel Semarang, 31 Oktober hingga 2 November 2025 ini menjadi sebuah platform strategis bagi 100 peserta dari seluruh Indonesia. Para peserta yang hadir didedikasikan untuk meningkatkan kompetensi mereka di tengah dua tuntutan zaman, yakni transformasi digital dalam pembelajaran dan penguatan kemandirian ekonomi.

Konferensi ini dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan dalam ekosistem pendidikan nonformal. Mulai dari para tutor pendidikan kesetaraan, pamong belajar, penilik, hingga para pemerhati dan pegiat pendidikan nonformal (PNF).

Baca Juga: Tahap II IKN Dimulai November: 20 Ribu Pekerja Dikerahkan, Dana Triliunan Siap Digelontorkan

Acara prestisius ini secara lugas menyoroti dua arahan kebijakan utama dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen), yang disampaikan oleh dua direktorat berbeda.

Di hari pertama, fokus utama kegiatan adalah peningkatan kapasitas teknologi para pendidik. Hal ini diwujudkan melalui workshop intensif bertema "Pemanfaatan AI dalam Peningkatan Proses Pembelajaran Kesetaraan Lebih Menggembirakan".

Sesi ini menghadirkan keynote speaker Dr. Baharuddin, Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal, Kemdikdasmen, yang terhubung secara daring.

Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Libas Australia 3-1! Wendy Cetak Brace, Garuda Pamer Gaya Main Kelas Dunia

Dalam arahannya, Dr. Baharuddin menekankan urgensi digitalisasi yang tak terhindarkan lagi dalam ekosistem PNF. Ia menyinggung secara khusus tentang tugas bersama untuk menuntaskan Anak Tidak Sekolah (ATS). “Ini merupakan tantangan nasional yang berada dalam ranah pengelolaan satuan pendidikan nonformal,” kata Baharuddin.

Dr. Baharuddin menegaskan, teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), bukan lagi sekadar pilihan atau barang mewah. Melainkan, lanjut dia, telah menjadi sebuah keharusan strategis untuk menjangkau lebih banyak ATS dan secara signifikan meningkatkan kualitas layanan pendidikan kesetaraan.

"ASTINA merupakan salah satu organisasi yang mendapat amanah dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal untuk menyukseskan program Digitalisasi Pembelajaran ini," ujar dia.

Baca Juga: Tarif Tol Bisa Turun Lagi 20 Persen saat Nataru? Begini Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo

Amanah ini, lanjutnya, menempatkan ASTINA sebagai mitra penting pemerintah dalam memastikan para tutor tidak gagap teknologi. “Harus mampu mengintegrasikan AI untuk menciptakan iklim pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efektif bagi peserta didik,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini