Selanjutnya, Mas Rio menerangkan pentingnya perkebangan UMKM tidak lepas dari proses pemasaran dan pihaknya juga ikut mempromosikannya.
“Saya pribadi sering sekali menggunakan produk UMKM mulai batik Marongghi atau daun kelor, ini bentuk promosi kami sehari-hari,” tegasnya.
Untuk membuat Situbondo Naik Kelas, Mas Rio memaparkan kalau satu-satunya langkah dengan mengambil kebijakan melalui UMKM.
“Pilihannya tinggal pada pengembangan UMKM. Maka selanjutnya filosofi ini akan juga diterapkan lada berbagai sektor unggulan lainnya mulai pertanian, perikanan, pariwisata, peternakan dan kerajinan yang mana semua harus berbasis UMKM,” pungkasnya.
Mas Rio juga menjabarkan, jika dalam penerapan kebijakan ini harus memastikan keterlibatan semua pihak dalam rantai ekonomi.
“Jadi prosesnya harus downstreaming hasil bumi lokal, yakni melakukan hilirisasi. Bahan mentah dari Situbondo harus diolah sedemikian rupa agar nilai tambahnya meningkat, sehingga bisa bersaing di pasar nasional dan internasional,” lanjutnya.
Kebijakan ini diambil menurutnya, karena banyak sekali wisatawan yang melalui Situbondo setiap tahunnya dan ini menjadi pasar baru.
“Nah, jutaan orang yang lewat Situbondo mau ke Bali, bisa belanja di sini dan ini peluang dalam pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Ia menambahkan, dengan ujung tombak UMKM maka sektor pariwisata bisa meningkat dan menambah pendapatan daerah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI