SketsaNusantara.id - Beredarnya kabar terkait adanya campuran bahan bakar minyak dengan air dan etanol menjadi sorotan publik di berbagai daerah termasuk di Kota Kediri.
Oleh karenanya, Pemerintah Kota Kediri yang juga didampingi oleh Polres Kediri beserta Pertamina bergerak dalam pengawasan pelayanan BBM di beberapa SPBU Kota Kediri.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id melalui akun resmi @pemkotkediri, pengasawasan di beberapa SPBU Kota Kediri bertujuan untuk memastikan bahwa kualitas dan takaran BBM, terutama pertalite masih sesuai dengan standarnya.
Pengecekan terhadap takaran BBM di Kota Kediri dilakukan pada Rabu, 29 Oktober 2025 dan membuktikan bahwa pelayanannya masih pada standar yang ditetapkan.
Selain itu, menurut hasil pengecekan yang telah dilakukan. Bahan bakar minyak di Kota Kediri tidak ditemukan campuran ethanol atau pun air.
Meski demikian, Pertamina membuka pelayanan dan pengaduan konsumen yang terdampak setelah pengisian pertalite, sebagai wujud tanggung jawab terhadap masyarakat.
Bagi konsumen yang terdampak atas pengisian BBM pertalite, dapat melakukan pengaduan pada POM bensin Ngampel pada 28-31 Oktober 2025. Pada pukul 08.00-16.00 WIB.
Pengaduan konsumen harus disertai persyaratan seperti, fotokopi KTP, informasi lokasi SPBU tempat pengisian, dan membawa nota asli biaya perbaikan kendaraan atau menghubungi nomor 135 untuk layanan konsumen.
Namun, konsumen juga menyarankan untuk melakukan pengujian pada kendaraan yang terdampak dari pengisian pertalite.
“Kalo ambil sampel ya dari motor yang mrebet itu, jangan dari SPBU. Bisa jadi yang di SPBU sudah sudah stok baru dan berbeda dari yang dijual sebelumnya,” ungkap akun @arizalfcf.