news

Sekretaris Dinas Pendidikan Jombang Tekankan Peran STEM dan SEL bagi Tutor Pendidikan Kesetaraan

Senin, 27 Oktober 2025 | 16:10 WIB
Para narasumber workshop saat pembukaan kegiatan workshop. (SketsaNusantara.id)

Ia mendorong 28 satuan pendidikan yang hadir untuk proaktif menjangkau dan memberikan layanan pendidikan bagi kelompok usia sekolah yang belum terlayani ini. Ditegaskan, pendidikan kesetaraan adalah solusi strategis untuk menuntaskan wajib belajar dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jombang.

Baca Juga: Ratusan WNI Jadi Korban 'Online Scam' di Kamboja, Negara Warning Bahwa Kamboja Bukan Negara Penempatan Migran

Majid menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPD ASTINA Jombang atas inisiasi workshop ini. Ia menilai kegiatan ini sebagai jawaban konkret atas tantangan eksistensi yang dihadapi guru nonformal saat ini. "Workshop 'Deep Learning' ini menunjukkan bahwa tutor pendidikan kesetaraan memiliki kemauan kuat untuk terus berkembang dan memenuhi tuntutan standarisasi di dunia pendidikan," katanya.

Di akhir sambutannya, Abdul Majid menyampaikan sebuah pesan singkat namun penuh makna sebagai "clue hari ini," yaitu: “Tutor juga Guru”. Hal itu langsung disambut riuh tepuk tangan peserta. 

Workshop ini sendiri menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan nonformal. Narasumber pertama adalah Dr. Kasmuji Raharja, M.Pd, yang merupakan mantan Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Pengalamannya di birokrasi pendidikan memberikan wawasan kebijakan dan manajerial. Narasumber kedua adalah Thohari, M.Pd, Kepala SKB Mojoagung, yang memberikan perspektif praktis dan implementatif sebagai praktisi di lapangan.

Baca Juga: Gratis! 28 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2025 Terbaru, Paling Cocok Diposting ke Medsos dan Dijadikan Foto Profil WhatsApp

Fokus utama dari kegiatan ini adalah menghasilkan produk nyata berupa Perangkat Pembelajaran Deep Learning Kesetaraan. Para peserta dibimbing untuk menyusun modul dan strategi ajar yang tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi pada pemahaman mendalam, koneksi antar konsep, dan aplikasi ilmu dalam kehidupan nyata, sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.

Lilik Zainiyah, selaku Ketua DPD ASTINA Jombang, dalam kesempatan terpisah menyampaikan harapannya atas keberlanjutan program ini.

Baca Juga: Dari Bahasa ke Budaya, Menjaga Identitas Indonesia dalam Arus Globalisasi

"Kami berharap setelah workshop ini, kita tetap terus berkarya bersama teman-teman ASTINA Kabupaten Jombang, baik secara virtual maupun melalui live workshop lanjutan," ujarnya.

Dampak positif kegiatan ini dirasakan langsung oleh peserta. Salah satunya adalah Rizka, seorang peserta dari PKBM Yakase. Ia menyampaikan kesannya terhadap materi yang diterima.

"Workshop hari ini membuka wacana baru tentang Perangkat Pembelajaran, terkhusus untuk saya," ungkapnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!  

Halaman:

Tags

Terkini