Lewat video yang diunggah tanggal 23 Oktober 2025 tersebut, Aqua menjelaskan secara singkat produksi air kemasan miliknya.
“Bagaimana perjalanan terbentuknya air Aqua, air hujan yang jatuh di pegunungan meresap ke dalam tanah, tersaring secara alami oleh tanah, pasir dan batuan,” begitu informasi yang tertulis dalam video.
Selanjutnya, air tersebut berinteraksi dengan batuan dan mineral alami.
Air yang meresap tersebut kemudian tersimpan di dalam lapisan batuan (akuifer tertekan) selama bertahun-tahun.
Lapisan tersebut memiliki pelidung berupa bebatuan yang membuat air yang diambil terlindung dari cemaran. Air tersebut yang kemudian diambil menjadi sumber air kemasan Aqua.
Kendati telah memberikan penjelasan mengenai sumber air yang digunakan, gelombang protes masih belum surut.
Lewat kolom komentar, Netizen menuntut Aqua untuk mengganti logonya yang bergambar gunung.
“Logonya diganti sama gambar mesin pompa,” komentar salah satu pemilik akun Instagram.
“Ganti logomu Aqua mesin pompa celup,” tulis netizen.
“Itu tolong logo gunungnya diganti mesin pompa air bos,” komentar netizen yang lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!