Kakak dari dalang Ki Warseno Slenk ini belajar langsung dari sang ayah dan beberapa dalang senior pada masa itu.
Selain menempuh pendidikan formal, Ki Anom Suroto juga mengikuti pelatihan di Himpunan Budaya Surakarta (HBS), lembaga kursus dalang ternama.
Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan di Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Habiranda Yogyakarta dan Pawiyatan Kraton Surakarta.
Karier Ki Anom Suroto
Karier profesional Ki Anom Suroto sebagai dalang dimulai pada tahun 1968 saat ia lolos seleksi dan tampil di Radio Republik Indonesia (RRI).
Namanya pun kian dikenal sebagai dalang populer pada tahun 1975.
Ia juga dikenal karena kelihaiannya membawakan suluk, kalimat pengantar sebelum inti cerita dalam pertunjukan wayang.
Selama puluhan tahun berkarier sebagai dalang, ada banyak karya Ki Anom Suroto yang dikenal baik dalam lingkup nasional atau internasional.
Beberapa karyanyanya yang dikenal antara lain Kresna Datu. Basudewa Kembar, Wahyu Sri Cemani hingga Semar Maneges.
Karya-karyanya itu jugalah yang membawanya berkeliling 5 benua untuk tampil di depan masyarakat internasional.
Ki Anom Suroto pernah tampil mendalang di Amerika Serikat, Spanyol, Jepang hingga Jerman.
Berkat dedikasinya terhadap profesinya sebagai dalang dan pertunjukan wayang kulit, mantan Presiden Soeharto memberinya penghargaan Satya Lencana Kebudayaan.
Ia juga pernah terpilih sebagai dalang kesayangan pada Pekan Dalang Indonesia VI yang digelar pada tahun 1993 lalu.