news

Jadi Primadona Pertanian Baru di Jember, Si Mungil Okra Punya Harga Tinggi dan Tembus Pasar Internasional

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:39 WIB
Tamanan Okra yang jadi primadona baru. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Tamanan Okra kini menjadi primadona di Kabupaten Jember, pasalnya hasil pertanian dari Okra bisa menembus pasar Internasional.

Okra atau yang dikenal sebagai lady's fingers ini, merupakan keluarga tamanam Malvaceae yang berasal dari Ethiopia dan sangat cocok ditanam di dataran tropis.

Hasil pertanian Okra sendiri tergolong sangat bagus, pasalnya harganya yang stabil membuatnya kini menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan.

Baca Juga: Singgung Polemik Ponpes dan Trans 7, Rumah YouTuber Stevanus Didatangi Banser Jember: Sudah Lukai Hati Santri dan Kiai

Petani asal Kecamatan Ajung, Misbahul Ulum mengatakan kalau tanaman Okra ini menjadi primadona karena tengah banyak diminati oleh pasar Internasional.

“Perkembangan tanaman Okra ini sangat bagus ya, karena banyak diminati oleh para pembeli dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Salah satu daya tarik petani menanam Okra menurutnya, karena cara tanamnya yang sangat mudah dan perawatannya pun lebih simpel.

Baca Juga: Kecam Keras Tayangan Soal Dugaan Pelecehan Pondok Pesantren Lirboyo, Aliansi Santri Jember Desak Trans Media Minta Maaf Terbuka

“Budidayanya cepat ini mas, karena hanya fokus maksimalnya pada 25 hari setelah proses tanam. Karena ini waktu yang riskan, dan berhadapan dengan gulma dan hama,” imbuhnya.

“Maka pengendalian pertumbuhan dan pemberian pupuk menjadi salah satu kunci, agar tanaman Okra bisa tumbuh baik,” tuturnya.

Selain itu, Misbahul menjelaskan jika masa panen tanaman Okra ini cukup cepat karena hanya membutuhkan waktu sekitar 48 hari saja.

Baca Juga: 26 Pahlawan Kemanusiaan dari Jember Raih Penghargaan Gubernur Khofifah Usai Donor Darah Lebih dari 75 Kali

“Waktu panennya 48 hari, dan setelah itu akan bisa dipanen secara berkala hingga kurun waktu 5 bulan,” pungkasnya.

Tak hanya itu, hasil panennya per hari menurutnya cukup besar berkisar 3,5 hingga 4 kuintal.

Halaman:

Tags

Terkini