“Etanol bisa berfungsi untuk meningkatkan oktan secara mudah,” ungkapnya.
Kendati demikian, ada beberapa kekurangan dari etanol yang berpengaruh pada performa kendaraan.
Salah satunya adalah konsumsi bahan bakar yang bakal jadi lebih boros ketimbang kendaraan dengan bahan bakar tanpa campuran etanol.
“Tenaga mesih akan sedikit menurun kemudian konsumsi bahan bakar akan sedikit lebih boros,” ujarnya.
Penyebabnya tak lain karena energo yang dihasilkan etanol tidak sebesar bahan bakar fosil.
Selain itu, etanol juga bersifat mudah menyerap air sehingga bisa menyebabkan korosi pada mesin.
“Di negara yang udaranya lembab seperti Indonesia, ini akan menarik banyak air dan kita tahu air itu sifatnya korosif. Sehingga bahan bakar beretanol ini lebih korosif ke mesin,” terangnya.
Kendati demikian, menurutnya bbm dengan campuran etanol aman untuk digunakan, dengan syarat aditif campurannya dirancang untuk bekerja maksimal untuk base fuel beretanol.
“Base fule yang menggunakan etanol ini dicampur dengan aditif yang dari awal dirancang untuk bekerja maksmimal di base fuel yang menggunakan etanol,” terangnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!