news

Harga Ayam Naik akibat Program MBG? Kepala BGN Akui Permintaan Meningkat hingga Ribuan Ekor per Dapur

Kamis, 9 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Permintaan daging ayam meningkat akibat MBG? (Freepik/ tawatchai07)

“Jika tidak diikuti dengan peternak-peternak baru, saya kira kita akan kekurangan pasokan ayam dan telur,” tuturnya.

Menurut data BGN, hingga kini sudah ada 10.681 dapur SPPG yang beroperasi untuk mendukung program MBG.

Pemerintah menargetkan jumlah itu naik menjadi 25.400 dapur agar distribusi makanan bergizi menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, pada Maret 2025, Dadan menyebut Indonesia sebenarnya tengah mengalami surplus ayam dan telur. Program MBG justru menjadi salah satu cara untuk menyerap kelebihan produksi tersebut.

“Nah, sekarang Indonesia kelebihan telur 200 ribu ton, kelebihan ayam 600 ribu ton, jadi kita surplus,” ujar Dadan saat acara Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia di Jakarta International Convention Center, 14 Maret 2025.

Ia menjelaskan, ketika target 82,9 juta penerima manfaat MBG terpenuhi, maka dibutuhkan 82,9 juta butir telur ayam jika dalam satu hari menu MBG berisi telur.

Surplus itu muncul karena daya beli masyarakat terhadap produk protein hewani masih rendah.

“Kenapa surplus? Karena yang mampu membeli telur dan ayam hanya 30 persen penduduk Indonesia, sementara 60 persen anak-anak Indonesia kekurangan gizi,” imbuhnya.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan juga menyinggung hal serupa. Menurutnya, surplus ayam dan telur baru teridentifikasi setelah program MBG berjalan.

“Kita ternyata selama 20 tahun itu surplus telur dan daging ayam, jadi dengan program (MBG) ini akan menggerakkan ekonomi dalam bidang telur dan ayam,” kata Luhut dalam konferensi pers usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, 19 Maret 2025.

Luhut menambahkan, temuan itu merupakan hasil studi bersama Bappenas dan BGN yang dilakukan di lapangan.

“Ini kita baru tahu setelah jalan nih, jujur, setelah studi dengan tim melihat ke bawah dan kami sepakat dengan Bappenas dan Bahan Gizi Nasional bersama-sama melakukan pengawasan,” ujarnya.

Dengan meningkatnya permintaan dan terjaganya suplai, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan tekanan harga yang signifikan di pasar.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini