“Sudah tidak ada lagi kemungkinan yang selamat dalam kondisi hidup, itu berdasarkan ilmu pengetahuan dan alat-alat canggih yang sudah dikeluarkan terutama oleh Basarnas,” imbuhnya.
2. Alat Berat yang Digunakan
Ada beberapa alat berat yang digunakan dalam proses evakuasi, yakni excavator breaker hungga crane.
Alat berat jenis Crane mulai mengangkat puing reruntuhan berukuran besar sejak Kamis, 2 Oktober 2025.
Sementara excavator breaker digunakan untuk memecah beton bangunan sehingga tim penyelamat bisa mengevakuasi korban yang masih ada di dalam reruntuhan.
3. Proses Evakuasi Saat Ini
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menyebutkan adanya beberapa perbedaan dalam proses evakuasi saat ini.
Pada awal kejadian, proses evakuasi difokuskan untuk menyelamatkan korban yang masih hidup.
“Kemarin memang kita mengevakuasi atau melaksanakan evakuasi pada korban kondisi hidup, terutama lokasinya di bawah reruntuhan yang paling bawah,” ujarnya kepada awak media.
Dalam proses evakuasi awal tersebut, pencarian dilakukan di celah yang cukup sempit, hanya beberapa sentimeter sehingga tim penyelamat harus merangkak.
Proses evakuasi yang berlangsung selama 3x24 jam di awal yang disebut dengan golden time dan dilakukan secara manual.
Sementara itu, proses evakuasi saat ini dilakukan dari sisi luar dengan menggunakan alat berat.
“Peralatan yang lebih besar bisa digunakan untuk membobol lebih cepat,” terangnya.