SketsaNusantara.id - Proses evakuasi ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren (ponpes) Al Khoziny Sidoarjo memasuki hari ke-4.
Kini, proses pencarian diambil alih oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
Setelah 4 hari berlalu, Kepala BNPB Letjen Dr. Suharyanto memberikan beberapa perkembangan dalam proses pencarian korban.
Salah satunya adalah jumlah korban yang masih hilang serta keputusan penggunaan alat berat dalam proses evakuasi.
Perkembangan tersebut disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers yang diunggah Instagram @bnpb_indonesia pada 3 Oktober 2025.
“Update penanganan ambruknya musala ponpes Al Khoziny, Sidoarjo per Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 12.00 WIB,” tulis akun tersebut.
Dalam keterangan persnya, Suharyanto menegaskan, penggunaan alat-alat berat dipastikan setelah tidak ditemukan lagi tanda-tanda kehidupan.
“Kami tegaskan, alat-alat berat ini masuk setelah tidak ditemukan lagi tanda-tanda kehidupan,” ujarnya kepada awak media.
Ia menambahkan, seluruh pihak termasuk keluarga korban juga telah mengikhlaskan jika penggunaan alat berat tersebut dapat mengganggu jenazah yang masih ada di dalam reruntuhan.
Selain keluarga, BNPB juga berdialog dengan Menko PMK serta Gubernur Jawa Timur terkait keputusan penggunaan alat berat.