news

Update Evakuasi Runtuhnya Bangunan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, BNPB Pakai Alat Berat hingga Jumlah Korban Hilang

Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:30 WIB
Kepala BNPB saat konferensi pers update evakuasi ambruknya musala ponpes Al Khoziny (YouTube BNPB Indonesia)

 

SketsaNusantara.id - Proses evakuasi ambruknya salah satu bangunan di Pondok Pesantren (ponpes) Al Khoziny Sidoarjo memasuki hari ke-4.

Kini, proses pencarian diambil alih oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Setelah 4 hari berlalu, Kepala BNPB Letjen Dr. Suharyanto memberikan beberapa perkembangan dalam proses pencarian korban.

Baca Juga: Tangis Habib Jafar Doakan Santri yang Selamat dari Reruntuhan Bangunan Ponpes di Sidoarjo, Warganet Soroti Kondisi Korban: Ada yang Wafat saat Sujud

Salah satunya adalah jumlah korban yang masih hilang serta keputusan penggunaan alat berat dalam proses evakuasi.

Perkembangan tersebut disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers yang diunggah Instagram @bnpb_indonesia pada 3 Oktober 2025.

“Update penanganan ambruknya musala ponpes Al Khoziny, Sidoarjo per Jumat, 3 Oktober 2025 pukul 12.00 WIB,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: 5 Fakta Ambruknya Masjid Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 100 Santri Jadi Korban hingga Kunjungan Ketua PBNU Gus Yahya

Dalam keterangan persnya, Suharyanto menegaskan, penggunaan alat-alat berat dipastikan setelah tidak ditemukan lagi tanda-tanda kehidupan.

“Kami tegaskan, alat-alat berat ini masuk setelah tidak ditemukan lagi tanda-tanda kehidupan,” ujarnya kepada awak media.

Ia menambahkan, seluruh pihak termasuk keluarga korban juga telah mengikhlaskan jika penggunaan alat berat tersebut dapat mengganggu jenazah yang masih ada di dalam reruntuhan.

Baca Juga: Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf Datangi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Takziah hingga Sowan ke Pengasuhx, Gus Yahya: Mari Kita...

Selain keluarga, BNPB juga berdialog dengan Menko PMK serta Gubernur Jawa Timur terkait keputusan penggunaan alat berat.

Halaman:

Tags

Terkini