SketsaNusantara.id – Ratusan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) se-Jawa Timur berkumpul di Universitas Pangeran Diponegoro, Nganjuk. Mereka berkumpul dalam rangkaian Pelantikan, Musyawarah Wilayah (Muswil), dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) BEM PTNU Jatim.
Acara yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 September 2025, ini menjadi momentum strategis untuk mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa NU sekaligus mengaktualisasikan peran mereka dalam menjaga kondusifitas bangsa.
Dipimpin oleh Koordinator BEM PTNU Jatim, Sefty Hasan Khusaini, kegiatan ini mengusung tema “Aktualisasi Peran Mahasiswa PTNU dalam Menjaga Kondusifitas Bangsa”. Tema tersebut dipilih sebagai jawaban atas dinamika kebangsaan yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi digital, potensi polarisasi politik, hingga tantangan globalisasi yang berimbas pada kehidupan sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, Khusaini menegaskan bahwa Muswil dan Muskerwil kali ini bukan hanya sekadar forum organisatoris, melainkan ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah nyata mahasiswa PTNU.
“Mahasiswa NU harus hadir bukan hanya di ruang akademik, tetapi juga di ruang sosial dan kebangsaan. Kita dituntut menjadi pengawal harmoni, pemersatu di tengah perbedaan, serta penjaga kondusifitas bangsa di tengah derasnya arus perubahan,” tegasnya.
Kegiatan ini mendapat perhatian luas dari tingkat nasional. Presidium Nasional BEM PTNU Nusantara, Ahmad Baha’ur Rifqi, hadir memberikan pengarahan dan motivasi. Ia menekankan bahwa mahasiswa PTNU memiliki tanggung jawab moral sekaligus intelektual untuk menjaga stabilitas bangsa.
"Di tengah riuhnya informasi yang bisa memecah belah, mahasiswa PTNU harus menghadirkan narasi yang damai, sejuk, dan solutif. Peran kita adalah menjadi agen peneduh, bukan pemicu kegaduhan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai bagian dari perjuangan mahasiswa dan warga NU. Ia menyampaikan, bahwa BEM PTNU Nusantara tengah merencanakan pembentukan koperasi untuk mahasiswa NU dan warga NU sebagai wadah pemberdayaan ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas di kalangan nahdliyin.
“Kita tidak boleh hanya kuat di aspek intelektual dan sosial, tetapi juga harus berdaya secara ekonomi. Koperasi ini nantinya bisa menjadi ruang kolaborasi mahasiswa NU dan warga NU dalam membangun kemandirian, menumbuhkan jiwa wirausaha, dan memperkuat kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah. Perwakilan Gubernur Jawa Timur Ahmad Jazuli menyampaikan apresiasi atas kiprah mahasiswa NU. Menurut mereka, mahasiswa PTNU merupakan mitra strategis pemerintah dalam menciptakan suasana sosial yang aman dan harmonis.
Sementara, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan, mahasiswa NU punya modal besar. Disebutkan; tradisi keislaman yang moderat, wawasan kebangsaan yang kuat, serta kemampuan intelektual yang terus berkembang.
"Semua ini adalah bekal untuk berkontribusi dalam menjaga kondusifitas bangsa,” ujarnya.