SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember bersama jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Jember resmi menandatangani nota kesepakatan, terkait dengan kebijakan umum anggaran serta prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2026 saat sidang Paripurna di DPRD Jember, Sabtu, 27 September 2025 malam.
Bupati Jember Gus Fawait memberikan penghargaan yang tinggi kepada para pemimpin dan anggota DPRD serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang telah bekerja keras selama siang dan malam untuk membahas secara rinci rancangan KUA-PPAS.
"Melalui kolaborasi yang harmonis antara eksekutif dan legislatif, kesepakatan ini akhirnya dapat disetujui tanpa adanya hambatan yang signifikan," ungkapya, saat dikonfirmasi, Minggu 28 September 2025.
“Alhamdulillah, saya memberikan apresiasi kepada para pemimpin dan anggota DPRD Kabupaten Jember serta jajaran TAPD, eksekutif Pemkab Jember yang telah bekerja siang malam serta membahas dengan cermat sehingga KUA PPAS APBD tahun 2026 sudah disetujui hari ini," ungkapya.
Menurut Gus Fawait, proses itu berlangsung tanpa gangguan dan berjalan mulus. "Tentu, kelancaran pembahasan ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara eksekutif dan legislatif,” jelas Bupati Fawait.
Lebih lanjut, bupati juga membahas mengenai arah kebijakan pembangunan, terutama di sektor kesehatan, yang menjadi salah satu fokus utama bagi Pemkab Jember.
Baca Juga: Siapkan Sejumlah Program Andalan, Bupati Gus Fawait Pastikan Semua Masyarakat Merasakan
Gus Fawait menegaskan bahwa, meskipun ada pemangkasan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.
Dia menegaskan bahwa Pemkab Jember akan tetap berusaha, termasuk melobi pemerintah pusat untuk memperjuangkan tambahan dana.
“Kita semua memahami bahwa hampir seluruh kabupaten di Indonesia mengalami pengurangan DAK dan DAU,” imbuhnya.
“Namun, kami terus berusaha melakukan lobi untuk mendapatkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Salah satu prioritas kami adalah di sektor kesehatan," katanya.
Bupati menyebut, pendanaan untuk Universal Health Coverage (UHC), baik di tahun ini maupun tahun depan tetap menjadi salah satu yang terbesar.