SketsaNusantara.id – Kongres tertinggi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muktamar X, yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu 27 September 2025 akhirnya menyepakati Ketua Umum baru.
Muktamar ke X PPP yangs sebelumnya berjalan sempat diwarnai kericuhan tersebut akhirnya menyepakati ketum baru.
Forum tersebut akhirnya menyepakati Muhammad Mardiono yang sebelumnya menjabat PLT sebagai Ketua Umum PPP untuk periode 2025 hingga 2030 melalui mekanisme aklamasi.
Baca Juga: Muktamar PPP di Jakarta Ricuh, Kader Terbagi 2 Kubu dan Saling Adu Jotos hingga Lempar Kursi
"Selamat kepada Bapak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam Muktamar ke X yang baru kami ketok palunya," ungkap Amir Uskara selaku Ketua Sidang Muktamar PPP ke X dalam konferensi pers dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
"Kami sampaikan pada teman-teman media bahwa tadinya ada sedikit dinamika sidang," imbuhnya terkait beberapa konflik hingga terjadi adu mulut, pelemaparan kursi oleh peserta muktamar.
"Kami meminta kesepakatan dari seluruh peserta muktamar apakah setuju karena sudah hadir apakah setuju aklamasi dengan Pak Mardiono ternyata mereka setuju dan saya ketok palu," tegasnya.
Sementara sebelum Ketum baru terpilih, insiden keributan dilaporkan terjadi sejak awal pembukaan Muktamar.
Sejumlah kader terlibat dalam aksi saling dorong hingga adu mulut, bahkan dilaporkan ada pelemparan kursi.
Kericuhan ini diduga dipicu oleh adanya ketidakpuasan dan indikasi upaya dari kelompok tertentu yang menginginkan PLT Mardiono diganti karena ingin perubahan.
Meski diwarnai kekisruhan, proses persidangan untuk pemilihan ketua umum akhirnya terus berlanjut.
Menurut pimpinan sidang Amir Uskara, dinamika memang berlangsung sengit, terutama dalam pembahasan tata tertib namun menjelang akhir proses, mayoritas suara berhasil dikonsolidasikan.