SketsaNusantara.id - Ahli gizi senior, Dokter Tan Shot Yen ungkap sosok ahli gizi di balik jalannya program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sidang bersama Komisi IX DPR RI, Dokter Tan Shot Yen mengatakan bahwa ahli gizi program MBG bukanlah senior ahli gizi.
Bahkan katanya, para ahli gizi MBG adalah mereka yang baru lulus dan kurang jam terbang.
Baca Juga: Dokter Tan Shot Yen Bongkar Masalah MBG: Menu Ultra Processed Food hingga Edukasi yang Diabaikan
"Tapi setelah teman-teman kami yang lebih senior datang ke SPPG, ya Allah ahli gizinya baru lulus," katanya, dilansir dari akun X @somexthread
Dokter Tan Shot Yen kemudian bercerita saat rekan-rekan ahli gizi senior menyambangi dapur MBG.
Saat itu ahli gizi senior mencoba bertanya tentang HACCP yang ternyata tak diketahui oleh ahli gizi di dapur MBG.
"Lebih lucu lagi mereka gak ngerti kalau ditanya apa itu HACCP. Hah HACCP? Hewan apa itu? Yo ahli gizi ora ngerti ya emang jam terbangnya masih kurang. HACCP mereka gak ngerti," jelasnya.
Menurutnya, pennetuan ahli gizi yang kurang memiliki banyak pengalaman ini menjadi salah satu faktor program MBG kurang optimal.
Dokter Tan Shot yen lantas memberi contoh 'kurang optimal' yang dimaksudnya.
Baca Juga: Pangan Lokal Terpinggirkan, Dokter Tan Shot Yen Kritik Keras Menu MBG yang Sajikan Makanan UPF
Yaitu saat menu MBG yang disajikan berbahan UPF.
Dikatakan Dokter Tan Shot Yen bahwa pemberian menu dari produksi UPF hanya memperhitungkan kalori tanpa mempertimbangkan kualitas.