SketsaNusantara.id – Inisiatif untuk memperkuat pengelolaan pemerintahan dan mendorong efisiensi, dalam penggunaan anggaran di Kabupaten Jembe kembali diusung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait.
Dalam pertemuannya dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini di Jakarta, Bupati Fawait menegaskan niatnya untuk meningkatkan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) serta Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Jember.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menyampaikan situasi terkini terkait kinerja birokrasi di Jember.
Baca Juga: Temui MENPAN-RB, Bupati Jember Gus Fawait Perjuangan 3.378 PPPK Paruh Waktu
Dia menyadari bahwa posisi Jember dalam pencapaian IRB dan SAKIP masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di Jawa Timur. Namun, hal tersebut justru menjadi awal dari upaya untuk memperbaiki dan menunjukkan bahwa Jember mampu melangkah ke depan.
“Kita menyadari bahwa angka IRB dan SAKIP kita di Jember termasuk yang terendah di Jawa Timur. Namun, justru dari situ kami bertekad untuk bangkit. Kami tidak ingin terus berada di posisi bawah, Jember harus berusaha mengejar bahkan melampaui daerah lainnya,” ujar Gus Fawait dengan penuh semangat.
Gus Fawait melanjutkan bahwa perbaikan pada IRB dan SAKIP bukan sekadar masalah administratif.
Kualitas pengelolaan pemerintahan yang baik merupakan syarat yang sangat penting untuk membangun kepercayaan investor agar bersedia menanamkan modalnya di Jember. Tanpa ini, sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.
“Untuk menarik perhatian investor dan membangun kepercayaan mereka, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan IRB dan SAKIP. Melalui birokrasi yang transparan dan akuntabel, APBD kita bisa benar-benar berjalan dengan efektif dan efisien. Yang kami sebut, APBD ini dapat benar-benar ‘menetas’ untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Gus Fawait.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jember juga menyampaikan harapannya agar Kementerian PANRB dapat memberikan bimbingan, pendampingan, dan juga arahan strategis untuk Kabupaten Jember.
Dengan demikian, upaya perbaikan yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang signifikan dalam pengelolaan pemerintahan.
Gus Fawait menargetkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, skor IRB dan SAKIP Kabupaten Jember akan mengalami peningkatan yang signifikan. Kenaikan ini, menurutnya, akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.