Dan saat ini, melalui Kalisat Tempo Dulu ke-10: Landskap Bercakap, Sudut Kalisat mencoba untuk menjadikan Kalisat sebagai titik distri busi pengetahuan.
Pameran yang dilangsungkan selama 7 hari menampilkan berbagai karya hasil riset para seniman peserta residensi.
Peserta yang berasal dari berbagai wilayah dan mancanegara ini melakukan residensi di 10 perkebunan yang tersebar di Jember: Perkebunan Kali Jompo, Durjo, Gunung Pasang, Afdeling Gentong, Kalisat, Sukowono, Bandealit, Pakis, Mrawan dan Perkebunan Rakyat Mulyorejo.
Selama melakukan residensi pada 24 Agustus - 4 September 2025, para peserta melihat lebih dekat landskap di sana, merekam dan mendengar langsung dari warga.
Hasil riset selama 11 hari tersebut dipamerkan dalam berbagi bentuk pertunjukan seni seperti rupa, aroma, film, video, foto, kaligrafi, herbarium, lukisan, zine hingga cetak matahari.
Pertunjukan yang digelar selama 7 hari ini berlokasi di 8 titik di areal warga di Kampung Lorstkal.
Para seniman dengan latar belakang berbeda ini menghasilkan karya baik secara mandiri maupun berkolaborasi. Mereka adalah:
1. Achmad Syafiki dan Robit Ulum dari Komunitas Lembana Artgroecosystem, Sumenep
2. Fanggi Gusti P dan Imron Annurahman dari Sudut Kalisat, Jember
3. Sarka Space dari Bondowoso
4. Samsul Aripin dari Jember
4. Khoirul Atfifudin dari Komunitas Kretek, Temanggung,
6. Aldizar Ahmad G dan Alfi Syahrial dari Jatiwangi Art Factory, Majalengka