7. Reza Kutjh dari Yogyakarta
8. Adam Azizi Yudhistyana dari Banyuwangi
9. Mega Silvia jurnalis asal Lamongan
10. Yusrizal Novwaril Huda dan Rizal Firdaus dari NH Project, Jember
11. Achmad Supandi pelukis Jember
12. Kartika Ainun Fitri aktivis gender Bloom Mind, Jember
13. Ali Gardy Rukmana dari Nusantara Rythm, Situbondo
14. Josaphat Wulan R. E dari Jember
15. Sander Francken dari Belanda
16. Sari Shibata dari Jepang
17. Lin Chun Yao dan Lo Yuen Ming dari The Vacuum Landscape, Taiwan dan Hongkong.
Sudut Kalisat Tempo Dulu hanyalah satu dari sekian cara Sudut Kalisat dalam menunjukkan konsistensinya merawat harapan untuk terus mempelajari landskap Jember.
Acara yang digelar sejak 10 tahun terakhir ini juga mendapatkan dukungan dari Dana Institusional untuk Lembaga Melalui Dana Indonesiana, LPDP dan Kementerian Kebudayaan
Pada akhirnya berbagai cara itulah yang Sudut Kalisat tempuh untuk tetap mengingat kampung halaman yang menjadi ruang hidup kami.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dongkrak Ekonomi Jember Lewat Perhelatan MTQ, Ratusan Penginapan di Jember Dihuni Kafilah dari 38 Kabupaten dan Kota
Tengah Malam Cek Kesiapan Pembukaan MTQ di JSG, Bupati Jember Gus Fawait Optimistis Bakal Berlangsung Semarak
Jember Marching Band Sukses Cetak Sejarah, Sabet Juara Umum Street Parade di Malaysia
Pembangunan Infrastruktur Spillway di Sungai Tanggul Jember, Khofifah Berharap Bisa Aliri Lahan Pertanian
Diakui Setara dengan Tingkat Nasional, Pembukaan MTQ Jatim di Jember Tuai Pujian
Bus Pariwisata dari Jember Kecelakaan di Probolinggo 8 Orang Tewas, Dirut RS Bina Sehat Turun Langsung Lakukan Evakuasi