SketsaNusantara.id - Adanya surat yang ditunjukkan ke kantor Salsa Erwina Hutagalung kini mendapatkan respons secepatnya dari juara debat Indonesia tersebut.
Bersamaan dengan adanya surat dari buzzer, Salsa mendapat tuduhan sebagai provokator sekaligus mendapat personal attack yang hendak menjatuhkannya.
Kabar ini disampaikan oleh Salsa melalui akun tiktok resmi @salsaer, yang mana mengungkapkan bahwa kantor tempatnya bekerja kini menjadi aware dengan kondisi politik di Indonesia.
Baca Juga: Klarifikasi Tegas Salsa Erwina Hutagalung! Inilah Fakta Sebenarnya di Demonstrasi Denmark Bergerak
Pasalnya, kesibukan Salsa membuat suaranya tak diketahui oleh orang di kantornya bahwa selama ini ia turut berjuang menyuarakan hak-hak rakyat Indonesia atas nama solidaritas.
Dikutip oleh SketsaNusantara.id melalui akun tiktok resmi @salsaer, kini surat yang melayang hingga ke kantornya pun dianggap sebagai harrasmen terhadap warga negara yang ingin berpendapat.
Karena pada dasarnya, kebebasan berpendapat di Denmark selama ini justru malah dijunjung tinggi menurut Salsa.
“Di negara seperti Denmark, kebebasan berbicara itu dijunjung sangat tinggi dan sangat dihargai. Demokrasi itu adalah harga mati buat mereka,” ungkap pelaku Strategy Manager di perusahaan asing tersebut.
Namun, jika menyuarakan pendapat di Indonesia dilarang, justru membuat negara ini bukan sebagai negara demokrasi yang akan mencoreng nama baik bangsa.
Dilansir melalui akun tiktok resmi @salsaer, pegawai di perusahaan Vestas Wind System di Denmark ini juga disebut membuat malu ketika hadir dalam aksi demonstrasi di negara tempatnya bekerja tersebut.
Padahal kala itu, Salsa mengikuti aksi demonstrasi di Denmark bersama persatuan pelajar Indonesia sebagai rasa solidaritas terhadap bangsa.
“Indonesian tuh buzzer dipelihara, sedangkan orang-orang pinter dibungkam,” tutur akun tiktok @yaya.
“Sampai segitunya, orang-orang dikritik bukan introspeksi malah memusuhi,” ungkap @mbahdarmo.