Kondisi esktrim tersebut dipicu oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rosby yang mendukung pembentukan awan-awan kovektif yang puncaknya menimbulkan hujan lebat disertai kilat atau petir.
Selain hujan lebat, banjir di Bali juga diduga disebabkan adanya penyumbatan hingga sampah.
Pegiat media sosial X @Heraloebss menyebutkan ada 5 faktor penyebab banjir di Denpasar Bali.
Mulai dari pendangkalan, penyempitan, penyumbatan, sampah hingga kerusakan saluran drainase.
2. Ketinggian Air
Air yang merendam beberapa wilayah di Bali memiliki ketinggian berbeda-beda.
Di Desa Samsan, Selemadeg, Tabanan misalnya, banjir setinggi 40 sentimeter membuat jembatan tertutup air.
Sementara itu, BPDB Denpasar melaporkan ketinggian air di wilayahnya mencapai 2-3 meter.
Hal tersebut bukan hanya melumpuhkan kawasan perekonomian namun juga membuat warga terpaksa mengungsi.
Baca Juga: Viral! Aksi Nekat Warga Hadang Pembuang Sampah: 'Ini Bikin Banjir Bang!'
3. Sejumlah Jalur Lalu Lintas Terendam Banjir
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, banjir juga menyebabkan sejumlah jalan di Bali tak dapat dilewati.
Salah satunya adalah jalur utama Denpasar-Gilimanuk terputus akibat ketinggian air yang menggenangi jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Air juga menggenangi Jalan Raya Teuku Umuar Barat, Denpasar yang menyebabkan pengendara harus mencari jalur alternatif lain sebagaimana diunggah akun Instagram @infobalinese.id.