SketsaNusantara.id - Selasa 9 September 2025, Kementrian Keuangan melepaskan seorang Sri Mulyani lengser dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.
Sri Mulyani Indrawati, yang telah mengabdi selama 14 tahun, menjalani acara perpisahan yang penuh haru, ia banyak menerima bunga mawar merah dan putih sebagai bentuk cinta dari ratusan staff Kementrian Keuangan.
Acara serah terima jabatan (sertijab) ini menandai akhir dari pengabdiannya yang disebut sebagai pengabdian luar biasa, di mana ia hampir melampaui rekor mendiang Ali Wardhana sebagai Menkeu terlama.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, acara serah terima jabatan Sri Mulyani digelar dengan nuansa kekeluargaan dan penuh haru di kantor Kementrian Keuangan.
Banyak staf dan pejabat kementerian yang hadir tak kuasa menahan air mata saat memberikan salam perpisahan.
Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan atas dukungan dan kerja samanya selama ia mengabdi kepada negara.
Sri Mulyani telah menjabat sebagai Menteri Keuangan selama hampir 14 tahun dimana periode pertamanya dimulai pada tahun 2005 di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga 2010.
Pada tahun 2010 tersebut ia membuat keputusan besar untuk meninggalkan jabatannya sebagai Menteri Keuangan di Indonesia dimana ia menerima tawaran untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington D.C., Amerika Serikat.
Jabatan ini menjadikannya wanita dan orang Indonesia pertama yang memegang posisi penting tersebut, selama enam tahun (2010-2016) di Bank Dunia, ia memainkan peran penting dalam mengelola operasional bank di 120 negara dan memimpin tim-tim yang berfokus pada pembangunan ekonomi, keuangan, dan sektor swasta.
Baca Juga: Presiden Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Sri Mulyani Diganti dan Bentuk 1 Kementerian Baru
Pada tahun 2016 ia kembali dipanggil pulang dan kemudian kembali dipercaya menjabat sebagai menteri keuangan pada tahun 2016 di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga 2024 dan terus menjabat hingga kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 2025 dan akhirnya di reshuffle.
Sehingga total durasi jabatannya yang hampir mencapai 14 tahun, hampir menyamai seorang Ali Wardhana.