SketsaNusantara.id – Aktivis muda, Salsa Erwina Hutagalung, menyampaikan penjelasan panjang mengenai keterlibatannya dalam aksi Denmark Bergerak yang belakangan menjadi sorotan publik.
Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, @salsaer, Salsa menegaskan bahwa dirinya hadir murni sebagai bentuk dukungan moral, bukan sebagai pengorganisir.
"Rapatkan barisan teman-teman. Tetap fokus sama segala tuntutan kita. Jangan sampai kita terpecah belah!" tulis Salsa dalam caption unggahan videonya yang dikutip SketsaNusantara.id.
Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa fokus utamanya tetap pada perjuangan rakyat, bukan isu sampingan yang belakangan ramai diperdebatkan.
Dalam klarifikasinya, Salsa menceritakan kronologi keterlibatannya. Ia menerangkan bahwa aksi Denmark Bergerak digagas oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Denmark sebagai wujud solidaritas atas kondisi yang terjadi di Indonesia.
"Teman-teman PPI ini membuat aksi solidaritas Denmark Bergerak untuk juga ikut menunjukkan bagaimana situasi di Indonesia dan juga ikut menyuarakan tuntutan-tuntutan kita terhadap pemerintah," jelas Salsa.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam perencanaan aksi tersebut. Salsa bahkan baru hadir di lokasi sekitar pukul 14.30, sementara acara sudah dimulai sejak pukul 13.00.
"Mereka pun gak tau kalau aku mau datang, dan aku pun gak tau apa yang akan terjadi di demonstrasi itu. Aku datang sebagai bentuk support dan dukungan," ungkapnya.
Salah satu sorotan yang menimbulkan kontroversi adalah peletakan bendera Indonesia di atas kursi. Salsa menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan karena keterbatasan tempat di lokasi umum serta aturan di Denmark yang melarang pengibaran bendera selain bendera nasional mereka.
"Makanya ditaro di atas kursi sama teman-teman PPI," tegasnya.
Selain itu, muncul pula poster bergambar Prabowo dan Gibran di lokasi aksi. Salsa membantah keras bahwa dirinya yang mengatur atau membawa poster tersebut.