Selanjutnya, ia bekerja sama dengan musisi serta sound engineer guna melakukan uji kualitas akustik pada gitar rancangannya. Validasi ini penting agar hasil akhirnya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga berfungsi optimal sebagai instrumen musik.
Meski proyek ini cukup kompleks, Aruma mengaku tidak merasa terbebani. Baginya, proses berkarya ini sangat personal karena berangkat dari hobi dan kecintaannya pada musik.
“Bagi aku, ini bukan soal mengejar label inovasi. Ini sesuatu yang personal, aku suka, jadi dikerjakan dengan hati. Karena itu, meski rasanya berat, tapi aku tidak terbebani sama sekali,” ungkapnya.
Ungkapan tersebut menunjukkan tekad mahasiswa ITB untuk menciptakan karya yang tidak hanya bermanfaat di ranah akademik, tetapi juga memiliki nilai praktis sekaligus emosional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!