Selain itu, ia menyoroti keberlanjutan program permakanan untuk lansia terlantar berusia di atas 75 tahun. Program yang mulai berjalan sejak 2025 ini menyasar lebih dari 100 ribu penerima manfaat.
Setiap hari, penerima memperoleh makan pagi dan siang. "Kemudian kita juga tadi menyampaikan yang program kita permakanan untuk lansia terlantar, di atas usia 75 tahun yang jumlahnya lebih dari 100 ribu," kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, kebutuhan anggaran untuk program permakanan ini belum terakomodasi dalam RAPBN awal 2026.
Padahal, program tersebut dianggap penting untuk memastikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan, terutama lansia tanpa keluarga.
"Yang tiap hari kita beli makan itu makan pagi dan makan siang. Itu kan sudah berlangsung di tahun 2025. Ini juga belum dianggarkan," imbuhnya.
Permintaan tambahan anggaran ini menjadi bagian dari pembahasan bersama DPR untuk RAPBN 2026. Pemerintah menilai, dukungan dana ekstra akan memastikan program prioritas berjalan sesuai target, baik dalam penguatan data sosial, bantuan tepat sasaran, maupun layanan perlindungan untuk masyarakat rentan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!