SketsaNusantara.id - Fenomena masuknya tank ke area kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA) pada malam hari tanggal 1 September 2025 pukul 23.39 WIB menimbulkan pertanyaan besar di ruang publik.
Bukan hanya mahasiswa, masyarakat umum pun mempertanyakan logika negara yang menurunkan alat perang ke ruang akademik yang semestinya damai.
"Lo bayangin, tengah malam, sebuah kampus — tempat orang belajar, tempat mahasiswa nyusun masa depan — disamperin tank! Lo denger gak? TANK. Bukan tukang baso, bukan ojol, tapi tank gede segede dosa para elit yang gak mau turun tahta," tulis akun Instagram @balqishumaira77.
Kampus yang seharusnya menjadi ruang tenang untuk belajar dan berdiskusi justru berubah menjadi arena pamer kekuatan. Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram, @balqishumaira77 menyoroti peristiwa di Tamansari, UNISBA, Bandung.
"Sebuah tempat yang harusnya tenang, malah disulap jadi arena pamer kekuasaan. Gue gak ngerti lagi, ini negara demokrasi atau panggung gladi bersenjata? Malem-malem, orang lain tidur, ngaji, atau nonton drakor, mereka malah kirim aparat lengkap, kayak mau perang. Lah, lo pikir yang kuliah di sana preman bersenjata? Gak, bro! Itu anak-anak muda, idealis, yang cuma pengen negara gak dikelola kayak warung yang bangkrut," tulisnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran bahwa tindakan militerisasi kampus berpotensi membungkam ruang kritik mahasiswa. Alih-alih menjaga stabilitas, justru yang muncul adalah rasa takut dan trauma.
Unggahan tersebut juga mempertanyakan logika negara yang menurunkan tank ke lingkungan akademik.
"Kenapa Bisa Segini Rusaknya Logika Negara?" tulisnya tegas.
Ia menilai bahwa pengiriman tank ke kampus tidak bisa dianggap hal yang wajar. Ada dugaan bahwa tindakan ini disengaja untuk membangun narasi tertentu.
"Gue tuh heran ya, kenapa sih mereka mikir ngirim tank ke kampus itu hal biasa? Emang otak mereka udah copot ya? Apa jangan-jangan... emang sengaja? Nah ini dia yang bikin gue makin curiga," lanjutnya.