Salah satu poin yang disoroti adalah kemungkinan adanya false flag operation, sebuah operasi tipuan yang dilakukan negara sendiri untuk melegitimasi tindakan represif.
"Sejarah udah ngajarin kita bahwa kadang kekacauan itu bukan datang dari rakyat. Tapi dibikin oleh negara sendiri. Iya, False Flag Operation, operasi tipu-tipu biar nanti pemerintah bisa bilang, ‘Lihat tuh, mahasiswa anarkis. Kita harus tindak tegas.’ Padahal yang mulai? Mereka sendiri," ungkapnya.
Lebih jauh, unggahan tersebut mengingatkan publik bahwa skenario semacam ini bukanlah hal baru. Dari Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Ukraina, pola yang sama sudah sering terjadi.
"Lo pikir skenario begini tuh baru? Enggak, ini template lama. Lo tinggal copas dari sejarah Amerika Latin, Timur Tengah, sampe Ukraina. Semua ada polanya," ungkapnya.
Di bagian akhir, unggahan ini juga menyinggung adanya aroma intervensi asing. Meskipun tidak secara langsung menuduh, ada kecurigaan bahwa pergerakan rakyat kerap dimanfaatkan untuk kepentingan geopolitik.
"Eh jangan salah, gue gak langsung nyalain George Soros kayak netijen konspirasi yang tiap liat demo langsung bilang, ‘Ini ulah Soros!’ Tapi kita juga gak boleh bego ya. Banyak gerakan rakyat di negara-negara berkembang itu diinfiltrasi. Gak usah jauh-jauh, inget Arab Spring? Yang awalnya murni rakyat, tau-tau jadi ladang eksperimen adu domba elite sama rakyat kecil," tulisnya.
Pernyataan ini menggambarkan betapa kompleksnya situasi sosial politik di balik peristiwa tersebut. Tidak hanya menyangkut dinamika domestik, tetapi juga potensi campur tangan aktor global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sejarah Gedung Grahadi Surbaya yang Dibakar saat Demo, Cagar Budaya Berusia 2 Abad yang Jadi Rumah Dinas Gubernur Jatim
Presiden Prabowo Subianto Membahas Perkembangan Situasi Negara Pasca Kepolisian Melakukan Pelanggaran saat Demo: Lakukan dengan Cepat dan Transparan
Ferry Irwandi Ungkap Perkembangan Demo DPR, Ajak Masyarakat Kawal Aspirasi dan Jangan Terprovokasi Wacana Darurat Militer
Prilly Latuconsina dan Omara Esteghlal Buka Suara Soal Demo Besar-besaran di Tanah Air, Kritik Hal Ini
Indonesia Berduka! 7 Korban Jiwa dalam Demo 28-31 Agustus 2025, Salah Satunya Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta
Presiden Prabowo Subianto Sebut Ada Mafia di Balik Aksi Demo Beberapa Hari Terakhir, Tegaskan Tak Akan Pernah Mundur Sampai Kapanpun!