"Ini kan beda dengan petani padi atau tanaman lainnya, kalau padi gabahnya itu ada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikeluarkan oleh pemerintah," jelasnya.
Baca Juga: Dengarkan Aspirasi Warga, Politisi Gerindra DPRD Jember Rozi: Siap Kawal Usulan Pelayanan Publik
"Tetapi khusus tembakau ini kita akan lihat regulasinya, karena berkaitan dengan tanaman ini pasti harus mengacu pada pemerintah pusat terlebih dahulu," sambungnya.
Namun, Edo menegaskan persoalan masyarakat soal harga tembakau di petani yang harganya anjlok tetap akan disuarakan agar ada langkah dari pemerintah daerah.
"Tetap kita sampaikan nanti, yang pasti jangan sampai para petani ini rugi," tegasnya.
Terlebih lagi menurutnya, setiap tahunnya Pemerintah Daerah mendapatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang peruntukannya pembangunan dan kesejahteraan.
"Kalau ngomong soal tembakau pasti ini ada dampak positif bagi Jember, salah satunya sharing dari DBHCHT yang bisa digunakan untuk pembangunan sekolah, pelayanan rumah sakit hingga peningkatan ekonomi," tambahnya.
"Tidak hanya itu, perputaran ekonomi dari sektor pertanian tembakau juga besar, maka aspirasi ini akan kami kawal dan disuarakan nantinya," jlentrehnya.
Baca Juga: Jalur Gumitir Dikebut Perbaikannya, DPRD Jember Ingatkan Kualitas Pengerjaanya Paling Utama
"Tetapi kita pastikan terlebih dahulu regulasinya, jangan sampai nantinya menyalahi aturan di atasnya," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI