SketsaNusantara.id –Bupati Jember Muhammad Fawait ditemani Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta Eka Puspita Sari, dan sejumlah pimpinan OPD kembali menggelar program Bunga Desaku di Kecamatan Arjasa, 29 Agustus 2025.
"Yang pertama, kami hari ini melanjutkan acara program unggulan kami, yakni Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan edisi keempat. Hari ini dilaksanakan di Kecamatan Arjasa sampai besok," ungkap Bupati Jember.
Bunga Desaku kali ini diawali dari kegiatan di SMPN 1 Arjasa. "Tadi kami melaksanakan simulasi kalau terjadi bencana. Kemudian tadi kami juga menyampaikan terkait masalah pencegahan pernikahan diri, pencegahan stunting, AKI, dan AKB," terangnya.
Baca Juga: Bupati Gus Fawait Optimistis Mampu Memajukan Destinasi Wisata di Jember
Kepada adik-adik di SMP 1 Arjasa, stunting, AKI, AKB itu biasanya diawali karena adanya pernikahan sini.
"Kemudian yang kedua, kami juga beri dukungan mereka. Untuk apa? Untuk menyambut Indonesia Emas 2045," ucapnya.
Oleh karena itu, Pemkab Jember bakal hadir dengan memberikan perhatian lebih. Salah satunya, terkait dengan sekolah gratis.
Baca Juga: Bentuk Program Cinta Kesehatan Ibu dan Anak, Gus Fawait Bakal Terjunkan Ribuan Nakes
"Akan kami siapkan beasiswa," ucapnya.
Namun, tidak perlu berkecil hati. "Dari semua latar belakang keluarga, kami sediakan beberapa kategori untuk mendapatkan biasiswa. Mulai dari prestasi, prestasi akademik, olahraga, nonakademik, afirmasi, dan lain sebagainya," paparnya.
Dengan begitu, anak-anak Jember yang termotivasi untuk menyelesaikan pendidikannya. Bukan cuma di level SMA, tapi bisa sampai ke perguruan tinggi.
Baca Juga: Gelar Pro Gus'e Update, Gus Fawait: Jember Jadi Satu-Satunya Kabupaten yang Hapus Denda Pajak
"Jadi, kita akan mengandeng para guru-guru di sekolah-sekolah. Kami akan menggandeng ketua-ketua pengajian, baik pengajian Islam maupun yang non-Islam," ucapnya.
Termasuk memberikan pemahaman dan penyuluhan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Jember sangat tinggi. Salah satunya penyebabnya adalah karena ketidaksiapan dan ketidakcukupan umur dari seorang ibu ketika melahirkan.***