Hasan mengatakan penerima manfaat program ini harus mendapatkan jaminan keamanan, termasuk pada bahan dan peralatan yang digunakan.
“Apalagi ini penerima manfaat MBG, pemerintah pasti akan mengutamakan keamanan, termasuk juga yang tadi soal isu-isu itu terhadap penerima manfaat ini,” jelas Hasan.
Sebelumnya, laporan dari Indonesia Business Product (IBP) menyebut adanya dugaan penggunaan minyak babi dalam proses produksi food tray MBG yang diimpor dari China.
Dugaan ini kemudian menjadi perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan organisasi masyarakat.
Sejumlah organisasi pelajar bahkan telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Perdagangan.
Mereka mendesak agar pemerintah segera mengganti food tray impor dengan produk yang diproduksi di dalam negeri.
Pihak Istana berharap hasil pengujian BPOM nantinya dapat memberikan kepastian hukum sekaligus meredam isu yang berkembang.
Pemerintah juga disebut akan mengevaluasi penggunaan material impor pada peralatan program MBG jika terbukti menimbulkan keraguan.
Dengan adanya klarifikasi dari Istana, publik diharapkan dapat menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menyimpulkan kebenaran isu tersebut.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat program MBG di seluruh Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!