Baca Juga: Siapa Adies Kadir? Wakil Ketua DPR RI yang Sebut Tunjangan Rp50 Juta Kurang untuk DPR
Punya Peran Penting Sejak Kemerdekaan
Sebelum terjun ke dunia politik, KH Idham Chalid merupakan salah satu pejuang kemerdekaan di Kalimantan Selatan sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun X NU Online.
Setelah Indonesia merdeka, KH Idham Chalid menduduki sejumlah jabatan strategis dalam 2 masa kepemimpinan berbeda yakni pada masa presiden Soekarno dan Soeharto.
Pada Kabinet Ali Sastroamidjojo I dan Kabinet Djuanda, KH Idham Chalid dipercaya sebagai Wakil Pertada Menteri (1956-1959).
Lalu pada masa Orde Baru, ia beberapa kali diangkat menjadi menteri hingga akhirnya menjadi Ketua DPR/MPR RI periode 1971-1977.
Di luar politik, KH Idham Chalid juga dikenal sebagai ulama besar dari Nahdlatul Ulama.
Ia tercatat sebagai Ketua PBNU termuda, di mana saat itu ia baru berusia 34 tahun.
Alumni Pesantren Gontor dan Universitas Al Azhar Cairo ini juga menjadi Ketua PBNU terlama dengan masa jabatan 28 tahun (1956-1984).
Pria yang lahir pada 27 Agustus 1922 ini juga ikut andil dalam lahirnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus menjadi Presiden Partai.
Atas jasa-jasanya tersebut, pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada KH Idham Chalid pada tahun 2011.
Selain itu, perannya sebagai ulama dan politisi senior membuat sosoknya diabadikan dalam pecahan uang Rp5000 yang dikeluarkan pemerintah pada akhir 2016.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!