Ungkapan-ungkapan sinis ini menggambarkan kekecewaan publik terhadap penggunaan dana negara untuk sebuah film yang dinilai tidak layak tayang.
Jika dihitung dengan rata-rata harga tiket bioskop sekitar Rp35 ribu, total pendapatan film ini baru menyentuh sekitar Rp79 juta. Jumlah tersebut sangat jauh dari total anggaran Rp6,7 miliar yang digunakan untuk produksi.
Seorang netizen menyoroti hal ini dengan nada getir, “2276 penonton, ambil 35 ribu untuk harga tiket, baru kumpul 79 juta. Padahal modal 6,7 M, ini mah proyek rugi,” tulis akun @agustie__.
Kenyataan ini membuat film Merah Putih One For All dicap gagal secara komersial. Tak sedikit pihak yang menilai proyek ini hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil nyata.
Sejak awal, proyek film animasi ini dipandang bermasalah. Selain kualitas visual yang dianggap ketinggalan zaman, tuduhan plagiarisme aset 3D juga semakin memperburuk citra.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!