SketsaNusantara.id – Film animasi Merah Putih One For All resmi tayang di sejumlah bioskop tanah air sejak 14 Agustus 2025. Namun, alih-alih menjadi tontonan yang menyedot perhatian publik, film ini justru menuai cibiran.
Film ini diproduksi dengan biaya sekitar Rp6,7 miliar, yang sebagian besar dananya disebut berasal dari anggaran negara. Fakta ini membuat publik semakin geram, terlebih kualitas animasi film tersebut dinilai jauh dari standar industri saat ini.
Sejak trailer resminya dirilis, Merah Putih One For All memang sudah mengundang kontroversi.
Banyak pihak menilai kualitas visualnya terkesan usang, bahkan menggunakan aset karakter 3D yang dijual bebas di Content Store. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas penggunaan dana yang begitu besar.
Dilansir SketsaNusantara.id dari data akun X @cinepoint_, film tersebut hanya mampu meraih 2.276 penonton hingga 18 Agustus 2025.
Jumlah ini terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan produksi film lain yang tayang di waktu bersamaan.
Meskipun digadang-gadang akan sepi penonton, jumlah 2.276 orang tetap membuat sebagian warganet terkejut. Alih-alih simpati, angka tersebut malah dijadikan bahan sindiran.
“Kebiasaan orang beli tiket cuman buat review sarkas padahal tahu itu tetap ngasih keuntungan bisa dijadiin alesan buat sekuel," kata @Kitasawa16.
Komentar pedas lainnya juga muncul. “2276 orang tolol,” tulis akun @noegrahaha.
Sementara itu, akun @m_widi23 menambahkan sindiran lain, “2,276 PNS semua kah ini?”
"Yg paling bawah kok masih ada terus sih? Awet bgt bisa hampir seminggu. Business proposal aja gk nyampe sehari," komentar dari akun @ocyocha.