Ibunda korban mengatakan bahwa keluarganya sudah melaporkan ancaman ke Babinsa hingga Polsek Jatiluhur. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut hingga Dea akhirnya mati.
Diduga ada masalah pribadi dengan seseorang yang tak suka dengan korban hingga Dea mendapat ancaman pembunuhan.
"Saya suruh anak saya lapor polisi, tapi belum ditindaklanjuti, belum ada bukti katanya. Tapi (teror) dari chat ini ada terus," ungkap ibunda Dea.
"Terakhir kali orang itu bilang rumah sudah bercanda, kalo Dea nggak menghindari temannya yang itu katanya dia (OTK) mengancam (Dea) akan dibunuh," tutupnya.
Dugaan pembunuhan ini membuat geger warga sekitar dan langsung mendapat tindakan dari pihak berwajib. Polisi memasang garis polisi di sekitar rumah korban dan memeriksa TKP (tempat kejadian perkara).
Polres Purwakarta mengatakan bahwa kini masih menyelidiki kejadian tersebut dan akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.
Tim Inafis Polres Purwakarta juga masih melakukan penyelidikan dan identifikasi di lokasi kejadian (TKP).
Baca Juga: Polri Minta Tambahan Anggaran Rp63,7 Triliun, Protes Netizen hingga Singgung Damkar dan Basarnas
Kasus ini menyita perhatian publik hingga mendapat kecaman keras dari warganet. Banyak yang menyayangkan peristiwa ini terjadi, apalagi laporan korban sempat diabaikan polisi.
"Innalillahi, padahal mbak Dea bisa aja selamat kalo laporannya ditanggapi serius. Katanya lapor polisi gak ada barang bukti, padahal dia sering nerima chat sampe ada ancaman itu kan bs jadi buktinya," komentar warganet.
"Telat banget, orangnya udah meninggal baru mengidam, udah ngadu ke polisi dianggep angin lalu. Malu pada kamu @divisihumaspolri," komentar netizen lainnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini