SketsaNusantara.id - Rasa syukur dan penghormatan mendalam ditunjukkan Wilfrida Soik, mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Perempuan asal Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menamai anaknya Merah Prima Bowo sebagai bentuk penghargaan atas peran besar Prabowo dalam menyelamatkan nyawanya dari hukuman mati satu dekade silam.
Kisah dramatis Wilfrida kembali mencuat setelah video wawancaranya bersama Menteri Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, diunggah di akun Instagram @abdulkadirkarding, Jumat 8 Agustus 2025.
Wilfrida mengenang kembali masa-masa kelam saat ia ditahan dan diadili di Malaysia setelah terlibat dalam insiden pembunuhan terhadap majikannya pada tahun 2010. Ia mengklaim tindakannya saat itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri dari kekerasan yang dialaminya.
Baca Juga: Presiden Paling Sering Datang ke ITB Setelah Soekarno, Prabowo Tuai Sorotan di Konvensi KSTI 2025
Kasus tersebut bergulir hingga ke pengadilan dan pada 2013 Wilfrida dijatuhi vonis hukuman mati. Di tengah keterpurukan dan keterasingan, muncul sosok Prabowo Subianto yang datang langsung ke Malaysia untuk membantu.
Prabowo bahkan menyewa pengacara papan atas Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah, yang kemudian berhasil membela Wilfrida hingga vonis hukuman mati dibatalkan pada 2015.
“Saya tidak tahu siapa Pak Prabowo saat itu. Tiba-tiba dia datang, dan membawa pembela hukum untuk saya. Rasanya seperti diselamatkan oleh malaikat,” ujar Wilfrida dengan penuh emosi sambil menggendong buah hatinya yang kini diberi nama Merah Prima Bowo.
Ia menyebutkan bahwa nama anaknya bukan sekadar nama, tetapi simbol cinta, pengingat, sekaligus ucapan terima kasih yang abadi.
“Saya sangat bahagia akhirnya bisa hidup tenang bersama keluarga. Dan anak ini saya beri nama Merah Prima Bowo, sebagai bentuk penghormatan saya pada beliau,” katanya.
Menteri Karding yang menyaksikan langsung momen haru tersebut menyatakan bahwa pemberian nama tersebut menyimpan makna yang sangat dalam.
“Nama ini adalah bentuk cinta yang luar biasa. Ini bukan sekadar penghormatan, tapi pengingat bahwa di saat Wilfrida hampir kehilangan nyawa, Pak Prabowo datang sebagai penyelamat,” tutur Karding.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!