SketsaNusantara.id - Tim Wadul Gus e Rizky Ramadhan dalam sosialisasi Lapor SP4N, Wadul Gus e, dan UHC menjelaskan bahwa ada hampir sebanyak 5 ribu laporan yang masuk melalui saluran Wadul Gus e tepatnya, mencapai 4.808 aduan.
Sejak dilaunching pada 14 Maret hingga awal Agustus, sudah ada sebanyak 89 persen wadulan yang telah ditindaklanjuti.
"Sebanyak 546 laporan terdisposisi ke OPD, 606 sedang ditindaklanjuti, 3.645 terselesaikan, dan sebanyak 11 laporan dibatalkan," kata pria yang akrab disapa Rama tersebut.
Baca Juga: Maksimalkan Pelayanan, Pemkab Jember Gelar Sosialisasi dan Bimtek SP4N Lapor, Wadul Gus’e, serta UHC
Sementara itu, ada sebanyak lima kecamatan dengan aduan terbanyak. Yakni, Kecamatan Sumbersari (56), Kecamatan Kaliwates (38), Kecamatan Patrang (38), Kecamatan Ajung (35), dan Kecamatan Sukorambi (15).
Hingga saat ini, terdata ada 3 klasifikasi aduan. Mulai aduan low, medium, dan aduan high.
"Aduan low berarti aduan yang kondisinya dapat itanggapi lebih dari 4 X 24 jam," lanjutnya.
Baca Juga: Tunggu Pasokan BBM Datang, Pemkab Jember Bikin Solusi Urai Antrean Panjang Pengendara
Wadulan medium berarti aduan yang harus ditanggapi kurang dari 4 X 24 jam.
"Sedangkan wadulan high merupakan aduan yang harus ditanggapi alam hitungan jam karena bersifat urgent," tegasnya.
Contohnya, pada pengurusan administrasi kependudukan (adminduk). Kasus aduan soal proses revisi KTP yang terkesan lama masuk dalam wadulan low.
Lalu, pengajuan kehilangan KTP udah seminggu, mohon bantuan cetak KTP, hingga pengurusan revisi KTP sejak 2024 masuk dalam aduan medium.
"Kalau pengajuan KTP hilang sudah 4 bulan tidak jadi, itu masuk kasus aduan high," imbuhnya.