news

Pengibaran Bendera One Piece Jelang HUT RI Dinilai Memecah Bangsa, Netizen Sentil Gibran yang Pernah Pakai Pin Jolly Roger: Pembajak Konstitusi!

Minggu, 3 Agustus 2025 | 07:30 WIB
Potret Gibran kenakan pin bergambar jolly roger saat debat cawapres di pemilu 2024, yang kembali disorot di tengah pelarangan pengibaran bendera one piece jelang HUT ke-80 RI (Instagram/gerindra)

SketsaNusantara.id - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2025, Indonesia diramaikan oleh fenomena pengibaran bendera One Piece.

Pengibaran bendera yang menampilkan gambar tengkorak dengan tulang bersilang dan latar warna hitam ini dilarang oleh pemerintah karena dianggap memecah belah bangsa dan melanggar aturan pengibaran bendera negara.

Di tengah polemik ini, netizen mengungkit Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang pernah memakai pin bergambar Jolly Roger dalam debat calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024 lalu.

Baca Juga: Sindir Pemerintah? Ramai Pengibaran Bendera Merah Putih Disertai dengan Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI, Ternyata Ini Maknanya

Momen Gibran mengenakan pin Jolly Roger saat debat cawapres keempat pada 21 Januari 2024 lalu kembali ramai jadi sorotan.

Gibran sendiri sempat mengungkapkan alasannya memakai pin jolly roger sebagai ekspresi kecintaan terhadap anime One Piece yang populer di kalangan anak muda.

Namun, sebagian publik menganggapnya sebagai tindakan yang kontradiktif. Publik mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam menyikapi simbol Jolly Roger, mengingat pemerintah kini melarang pengibaran bendera bergambar serupa.

Netizen mempertanyakan mengapa tindakan Gibran tidak mendapat sanksi, sementara warga biasa dihukum jika melakukan tindakan serupa bahkan dianggap memecah belah bangsa.

Baca Juga: Gibran Ditegur Band Perunggu Usai Gunakan Lagu Tanpa Kredit di Instagram

"Kalau rakyat kecil mengibarkan bendera One Piece dianggap memecah belah bangsa, lalu yang dilakukan Wapres Gibran ini apa? Mana dia paham artinya," tulis netizen pemilik akun @bebysosweet dikutip SketsaNusantara.id dari cuitan yang diunggah hari Sabtu, 2 Agustus 2025.

Warganet menyindir pemerintah yang tak berani mengusik Gibran, meski beberapa tingkah laku putra sulung Jokowi itu kerap menuai kontroversi.

Netizen juga menyindir pencalonan Gibran sebagai cawapres yang dinilai melanggar konstitusi karena dilakukan setelah Mahkamah Konstitusi mengubah batas usia capres-cawapres, yang saat itu dipimpin oleh kakak ipar Jokowi.

"Emang pemerintah gak tau malu. Anak presiden dianggap keren, semua hal boleh dilakukan wapres yang katanya terbaik sepanjang sejarah padahal pembajak konstitusi," komentar akun @pakBoss.

Baca Juga: Rencana Prabowo Subianto Mengirimkan Gibran Rakabuming Raka ke Papua, Sang Wakil Presiden: Siap Ditugaskan Dimanapun Kapanpun!

Halaman:

Tags

Terkini