"Istri korban kepada penjaga kos lewat telepon atas nama Saudara S untuk mendobrak kamar ADP sehingga pemilik kos menggeser sudut CCTV," ungkap Kombes Wira Satya Triputra.
Sementara itu, hasil otopsi dari tim forensi RSCM Jakarta menyatakan adanya luka memar pada wajah terutama pada bagian bibir dan juga lengan atas Arya Daru.
Hal ini diduga karena korban sempat memanjat di tembok rooftop Gedung Kemlu yang terekam CCTV 10 jam sebelum ditemukan tewas.
Hasil pemeriksaan tim forensik juga tidak menemukan zat beracun di dalam tubuh, sehingga disimpulkan penyebab kematian ADP adalah mati lemas akibat gangguan pernapasan atas dan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus kematian diplomat Kemlu ini.
Polisi menyimpulkan kasus ini sebagai bunuh diri karena tidak ditemukan unsur tidak pidana setelah menemukan barang bukti di laptop Arya Daru.
Dalam laptop dan tab milik korban, diketahui Arya pernah mengirim email ke lembaga bantuan psikologis pada tahun 2013 dan tahun 2021 yang mengindikasikan keinginan kuat untuk bunuh diri akibat depresi serta kesulitan menyampaikan emosi negatif.
Salah satu yang menjadi tanda besar tanya adalah ponsel milik korban yang belum ditemukan hingga saat ini, padahal sebelumnya Arya masih berinteraksi dengan istri dan rekan kerja hingga sopir taksi sebelum kematiannya.
Meskipun polisi telah menyimpulkan penyebab kematian Arya, keluarga tetap percaya bahwa ada kejanggalan dalam kasus ini dan meminta pengusutan lebih lanjut.
Pihak keluarga meyakini Arya Daru tak ada keinginan untuk melakukan bunuh diri (bundir) dan berharap kasus ini diusut tuntas sehingga kebenaran akan terungkap.
"Kami meyakini almarhum bukan orang yang melakukan (bundir) seperti ini. Berdasarkan pengamatan kami, kenapa kok tiba-tiba selama bertahun-tahun ada keinginan seperti itu? apalagi dia sudah menyiapkan kepindahan ke Helsinki bersama keluarganya," ucap Meta Bagus, kakak ipar Arya Daru, pada awak media pada hari Selasa, 29 Juli 2025.
“Kami sangat menghargai (hasil penyelidikan polisi) dan juga dukungan dari masyarakat Indonesia dan kami percaya bahwa pada waktunya nanti, kebenaran akan terungkap dengan terang yang membawa keadilan dan ketenangan untuk Daru, juga bagi keluarga yang ditinggalkan,” imbuhnya.