Ia bahkan sempat dianggap layak diperhitungkan untuk menjadi calon presiden pada Pemilu Presiden 2009 sebagai calon independen (tanpa dukungan partai politik), namun Undang Undang belum memperbolehkan hal ini.
Kini, Kwik Kian Gie telah tiada. Kepergiannya menyusul sang istri yang telah wafat 2020 lalu meninggalkan duka mendalam, namun sosoknya akan selalu dikenang.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengenang Kwik Kian Gie sebagai ekonom dan naionalis sejati yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran demi kepentingan negara.
"Indonesia berduka, beliau adalah mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang selalu berdiri tegak di tengah badai demi kepentingan rakyat dan ngeri ini," tulis Sandiaga Uno dalam postingan Instagtamnya.
Warisan Kwik Kian Gie terutama peninggalannya di dunia pendidikan akan terus hidup. Di sisa hidupnya, Kwik Kian Gie juga menulis beberapa buku seperti "Pikiran yang Terkorupsi" hingga "Nasib Rakyat Indonesia", serta puisi di akun media sosialnya yang menginspirasi banyak orang.
Bahkan kritikan yang di tulis di akun Instagram @kwikkiangieotentik pun pernah diserang buzzer. Meski begitu, langkahnya tak pernah gentar menyuarakan kebenaran.
Sosoknya dikenal sebagai teladan seorang intelektual yang bertindak demi kepentingan bangsa dan keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran menjadikannya salah satu tokoh politik yang disegani di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini