SketsaNusantara.id - Ito Sumardi, mantan Kepala Bareskrim Polri soroti kinerja kepolisian dalam menangani kasus kematian diplomat Kementerian Luar Negeri, ADP pada awal Juli 2025 lalu.
Lewat podcast yang diunggah kanal YouTube Deddy Corbuzier tanggal 28 Juli 2025, mantan Kapolda Riau ini menilai pihak pertama yang mengolah TKP tidak memahami prosedur.
“Pengolah TKP pertama itu tidak memahami bagaimana prosedur menangani situasi,” tuturnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Deddy Corbuzier.
Bukan hanya itu, mantan Duta Besar Indonesia untuk Myanmar ini juga mengungkapkan beberapa hal yang dilewatkan oleh tim pengolah pertama TKP yang merupakan kamar kost korban di wilayah Menteng, Jakarta Selatan.
Diplomat Kemlu berinisial ADP itu dinilai meninggal secara tidak wajar usai ditemukan dalam kondisi kepala terlilit lakban.
“Kalau tidak wajar, SOP-nya wajib diotopsi,” terang Ito Sumardi lagi.
Ito juga menanggapi informasi yang menyebutkan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan dalam kasus kematian ADP.
“Kalau tadi dikatakan tidak ada kekerasan, itu namanya fisum luar,” tuturnya.
Ia juga menyinggung kasus pembunuhan Vina di Cirebon yang terungkap usai dilakukan ekshumasi.
“Setelah dieksmuhasi, organ-organ tubuh di dalam barulah ketahuan di sana ada pemerkosaan,” ujar Ito.